Aida korban seks

1 comments

Temukan kami di Facebook
Aida namaku, mahasiswi 20 tahun di salah satu universitas di Surabaya. Aku berjilbab, tapi bukan jilbab biasa, aku adalah seorang akhwat yang juga menjadi pengurus di masjid kampusku. Namun aku cenderung supel, senang tersenyum, periang dan aktif. Seperti akhwat-akhwat lainnya, aku sangat menjaga pakaianku, meski cukup sulit menemukan pakaian terusan yang tidak menonjolkan payudaraku yg berukuran 36B. Kesalahanku adalah aku terlalu supel dan cepat dekat dengan laki-laki tanpa memikirkan bahwa mungkin saja mereka memiliki niat jahat. dan itulah yang terjadi...

Siang itu teman akrab sekelasku (yang sudah kuanggap sebagai kakak sendiri) yang bernama Taufik mampir ke kostku. seperti biasanya, saat siang keadaan kostku sangatlah sepi. saat itu aku sedang tidak ada kuliah, jadi aku sendiri di kost. Taufik mengucapkan salam dan akupun membalasnya. Lalu kami ngobrol di ruang tamu yg letaknya tidak jauhdari kamarku (kamarku paling depan). Setelah duduk, Taufik menyerahkan bungkusan yang ternyata berisi juice alpukat, kesukaanku.

"tumben bawa ginian?" tanyaku. "ada acara apa nih?"
"nggak, cuman tadi abis ke warung juice sama Yogi dan faruk" jawabnya santai. Akupun membuka minuman itu dan meminumnya. Taufik lantas mengeluarkan buku pelajaran dan duduk di sampingku sambil memintaku mengajarinya.

Beberapa menit kemudian aku merasa agak gerah, langsung saja kuhabiskan es juice pemberian Mas taufik.
"panas ya?" kata mas Taufik, aku cuma mengangguk.
Rasa gerah itu lama-lama berubah menjadi sebuah perasaan yg aneh, tiba-tiba saja jantungku berpacu kencang.
"Da... kamu dah putus sama si Hildan ya?" tanya mas Taufik. aku hanya mengangguk pelan sambil berusaha memfokuskan pikiran. Tiba-tiba tangan mas taufik menyentuh pundakku dan menarikku ke pundaknya.

Entah apa yangaku pikirkan tapi badnku sangat lemas dan tidak bisa bergerak. belum habis heranku, tiba-tiba terasa gatal di sekitar kemaluanku, kemaluanku teras panas, dan aku dapat merasakan putingku mengeras.

"kenapa Da?" tanyanya lgi, belum aku menjawab, mas Taufik sudah mencium pipiku dan lalu semakin mendekat ke bibirku hingga akhirnya dia mencium bibirku. aku tidak bisa bergerak aku hanya memalingkan wajah begitu mas Taufik menghentikan cumbuannya.

Tanpa banyak kata tangan Mas Taufik turun ke payudaraku yg masih terbungkus pakaianku dan mulai meremasnya.
"jangan..." kataku lemas... vaginaku terasa semakin panas dan gatal,sedang putingku semakin mengeras. aku mencoba menggerakkan diriku tapi tidak mampu.

Mas Taufik meneruskan remasannya sambil tangan satunya mencopoti kancing depan baju terusanku. dalam hitungan menit, tangannya menyelusup ke dalam bajuku dan terus ke dalam Bra-ku, kini Mas Taufik menyentuh payudaraku langsung. Tanpa sadar aku mendesah lirih dan badanku terangkat saat Mas Taufik menyentuh dan mulai meremas payudaraku. Ciumannya di bibirku semakin ganas, dan aku terbawa, aku membalas ciumannya, melupakan ke akhwatanku selama ini.

jari jemarinya memilin-milin kecil putingku hingga aku benar-benar terangsang. Tiba-tiba dia menarik tangannya keluar dari bra-ku dan mulai masuk ke dalam rok panjangku dari arah bawah. Sekali lagi aku tak mampu melawannya, ciuman panas di bibirnya dan sentuhannya di kemaluanku (yang terbalut CD) membuatku semakin terbawa. Di bawah sana, aku sudah sangat basah. Ini memang bukan pertama kalinya tubuhku dijamah lelaki, kekasih pertamaku, Hildan, pernah memasukkan tiga jarinya saat main ke kost, malah dia melakukan saat ada teman-teman kost, untung saja teman kost tidak tahu.

Perlahan tapi pasti Mas Taufik menarik Celana Dalamku hingga benar-benar lepas, kini tangannya bermain-main di permukaan bibir vaginaku, sesekali menyentuh klitorisku, membuatku tanpa sadar mendesah.

"jangan disini" ujar Mas Taufik tiba-tiba. "nanti kelihatan orang, kita ke kamarmu saja" Dan tanpa basa-basi lagi Mas Taufik menuntunku (yang sudah sangat lemas dan terangsang) ke dalam kamarku.

Kamarku tidak memiliki daun pintu, hanya ditutup kain kelambu, itu kamar paling depan dan akses ke ruang tamu paling cepat, itu sebabnya aku memilih kamar itu, meski tidak ada pintunya. soalnya teman-temanku sering datang kemari.

Di kamar, Mas Taufik tidak menunggu lama, dia merebahkanku di ranjang dan mulai menggulung rok-ku ke atas, hingga dia dapat melihat dengan jelas vaginaku yg sudah basah. Bajuku di singkap dan Bra-ku dinaikkan sehingga payudaraku juga terlihat, dia mengecup dan memainkan lidahnya di payudaraku, menghisap-hisap putingku hingga aku lebih sering lagi mendesah. Beberapa menit melakukan itu, dia melepas celana panjangnya berikut CDnya. dan inilah pertama kalinya aku menyaksikan tongkol laki-laki. dia memegangkan tanganku ke kemaluannya dan memintaku mengocoknya. aku belum tau harus bagaiman jadi yang aku lakukan malah meremas-remasnya. Tak lama kemudian Mas Taufik membuka kedua kakiku dan menggesek-gesekkan kemaluanny ke vaginaku, aku merasa sangat nikmat, detik berikutnya dia mulai mencari lubang dan melakukan penetrasi.

Aku tersentak karena sakit yang luar biasa! tiba-tiba kesadaranku pulih! aku mendorong tubuh Mas Taufik yang menindihku, tapi dia malah menekankan tubuhnya.

"Sakit!!" ujarku sambil meringis menahan sakit, "jangan!! sakit!! sudah mas! jangan!" pintaku.

Tapi satu hentakan berikutnya terasa sangat menyakitkan, Mas Taufik terus menekan-nekankan tongkolnya hingga benar-benar amblas. Aku menangis meringis menahan sakit, tanpa banyak kata, Mas Taufik mulai menarik kembali tongkolnya dan membenamkannya lebih dalam lagi. aku kembali tersentak.
"Hmmmpphh" desahku menahan sakit. Mas Taufik melakukannya berulang-ulang sambil terus menahan tubuhku yang berontak, dia menggejotku semakin cepat dan cepat, tiba-tiba tirai pintu kamarku terbuka, dan aku dapat melihat Yogi dan Faruk masuk ke kamarku.

"bisa juga ternyata Aida dient*t" komentar Yogi sambil tersenyum melihat Taufik yang menggenjotku makin keras.
"hebat kamu fik, akhwat juga bisa kamu ent*t" tmbah Faruk.

Aku meronta tapi tak ada tenaga, Taufik mempercepat gerakannya, Yogi dan faruk duduk di kursi kecil di tepi ranjangku, menyaksikan Taufik yang semakin menggenjotku, tiba-tiba ada suara langkah dari ruang tamu, lantas terdengar suara wanita dewasa, Ibu Kost! pikirku setengah panik, aku berusaha menahan desahan dan eranganku sebisa mungkin. Mengetahui itu, Mas Taufik bukannya memperlambat malah mempercepat genjotannya.
lalu tiba-tiba mencabut penisnya dan mengeluarkan spermanya di atas perutku.

Aku berusaha bangkit tapi Yogi dan faruk (yang sudah telanjang) menekan tubuhku kembali berbaring.

"jangan.... jangan... yog.... sudah..." ucapku lemas.

Tubuhku sudah sangat lemas dan entah mengapa rasanya libidoku masih tinggi, tanpa perlawanan berarti yogi menancapkan penisnya ke vaginaku dan memompanya.

"habis kamu perawani" ucap Yogi sembari menggenjotku, "tapi masih sempit".

"jangan dibuang didalam" ujar Taufik (yang sudah kembali berpakaian) "siapa tau dia dalam kondisi subur" tambahnya sambil pergi keluar kamar.

Faruk yang dari tadi meremas-remas payudaraku mulai melepas bajuku diikuti rok.
"sekarang kita lihat rambutmu Da.." ujar Faruk sambil melucuti jilbabku. aku tak berdaya, yogi masih menggenjotku makin kencang, penisnya keluar masuk dengan cepat, tubuhku sampai sedikit terguncang. setelah melihat rambutku yang sebahu, Faruk menempelkan penisnya ke bibirku dan memaksaku mengoralnya. aku menolak, tapi dia menekan terus, hingga akhirnya penisnya bisa masuk, dia menggoyangkan penisnya searah, lalu memaksaku memakai lidah, terpaksa aku menurutinya.

Yogi mencabut penisnya dan memberi isyarat pada Faruk, segera Faruk melesakkan penisnya ke vaginaku, saat keperawananku direnggut, aku digilir tiga orang sekaligus!!.

Yogi mendekatkan penisnya ke mulutku dan menekannya masuk, begitu penisnya didalam, dia menekan kepalaku dan mengeluarkan spermanya di mulutku. aku meronta, tapi Yogi terus menahan, apalagi Faruk memutar-mutarkan penisnya, membuat aku tak bisa konsentrasi melawan, Yogi tidak segera mencabutnya, sehingga terpaksa aku menelan spermanya.

20 menit Faruk memakaiku, setelah akhirnya dia mengeluarkan spermanya juga di dalam mulutku. kejadian itu, direkam oleh Yogi lewat HPnya. setelah insiden itu, mereka mengancam akan mengedarkan rekaman itu, dan aku harus siap untuk dipakai mereka lagi. yang paling aku sesalkan adalah jumlah mereka terus bertambah dan berganti-ganti saat memakaiku, aku jadi budak seks mereka. aku tidak bisa melepas jilbab karena keluargaku adalh keluarga Islam yg terpandang. Ternyata bukan hanya aku korban mereka, satu sahabat baikku (bukan akhwat) Yungky (pacar Taufik sendiri) diperawani dan digarap oleh cowok satu kelas saat berlibur di Villa Malang dulu. (end)

Tamat




Komentar

1 Komentar untuk "Aida korban seks"

Anonim mengatakan...
16 November 2013 00.42

mba, ini kisah nyata ?

Posting Komentar

Boleh pasang iklan, link atau website, tapi dilarang menampilkan Nomer HP, Pin BB serta Email.

 

Rumah Seks Indonesia. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Church by Brian Gardner Converted into Blogger by Bloganol dot com Modified by Axl Torvald