Birahi seks saat istriku hamil

0 comments

Temukan kami di Facebook
Saya termasuk hypersex, dalam sehari minimal HARUS sekali melakukan
sex, jika istriku lagi berhalangan, terpaksa saya gigit jari, tetapi
kemarin saya tidak mendapat "jatah" dikarenakan istriku pulang sudah
malam, dan kita hanya bisa berbincang sebentar lalu dia tidur.

Saya membuka selimutnya, lalu saya dekati tubuhnya dengan mukaku,
perlahan-lahan saya mencium aroma tubuhnya yang sangat membangkitkan
gairahku. Saya sangat menyukai sekali aroma tubuhnya sewaktu tidur,
karena aromanya natural bukan buatan, itulah salah satunya kenapa saya
sangat mencintainya, tidak ada 1 nilai minuspun yang ada padanya,
wajah, tubuh, aroma, hati, sifat, semuanya PERFECT, maka dia merupakan
anugrah yang terindah yang kumiliki, tidak ada 1 pun yang dapat
menggantikannya, mungkin saya lebih mencintainya dari pada mencintai
diri sendiri, saya lebih rela kehilangan semua harta dari pada
kehilangannya, maka dari itu banyak sifat-sifat jelek saya dahulu,
saya buang.

Dahulu saya sering gonta-ganti wanita, sering melakukan party sex
bersama teman-teman, sering booking para model, beberapa artis, perex
luar (Cina/Taiwan/dll), mahasiswi, dll. Tetapi semua itu saya
tinggalkan demi dia, banyak teman yang meninggalkan/tidak pernah
menghubungi saya lagi, tetapi saya tidak peduli, saya pikir, saya
tidak hidup dari mereka, malah mereka yang banyak "mengambil" uang
dari saya untuk "menyewa" para wanita tsb,. mungkin sudah puluhan
milyar saya habiskan untuk itu semua.

Memang saya masih suka selingkuh, tapi itu saya lakukan jika dia
sedang berhalangan atau sedang pergi ke luar negeri sendiri, seperti
minggu lalu. Sayapun melakukan itu tidak ingin sampai dia tahu,
makanya saya tidak pernah memberikan no telp/handphone, jika saya
butuh, saya yang call. Dan tidak ada seorang karyawan saya (pembantu,
satpam, bodyguard) yang berani membuka rahasia ini, jika ada yang
berani, saya jamin orang tsb akan segera bertemu dengan "pembuatnya".

Saking mencintainya, jika istriku ingin shopping dan saya sedang
sibuk, maka saya utus 3 bodyguard untuk menemaninya.
Saya pernah berpesan kepada semua bodyguard, tidak ada yang boleh
mengganggu istriku, jika sampai sehelai rambutnya rontok karena ulah
seseorang, maka orang tsb harus menerima "hadiah" yang berharga.
Pernah ada kejadian dimuat di hampir semua surat kabar Jakarta,
kejadiannya di depan Keris Gallery Menteng, istri saya ditodong, dan
tanpa ampun orang tsb dikasih hadiah di keningnya berupa "timah".

Mereka melakukan itu semua karena perintah dari saya, sebab saya
pernah berkata: "jika sampah di rumah tidak segera dibuang, maka rumah
tsb akan terdapat kuman dan bakteri yang membuat penghuninya tidak
sehat, negarapun seharusnya demikian, jika ada "sampah masyarakat"
harus segera dimusnahkan agar negara ini sehat". Dan motto itu selalu
saya jalankan, dan saya perintahkan ke semua bodyguard untuk
menjalankan, belum ada 1 orang pun yang pernah menodong/merampok saya
sekeluarga masuk ke sel, tetapi selalu masuk ke tanah. Untuk apa orang
seperti itu masuk ke sel, keluar akan meresahkan masyarakat kembali,
jika dia masuk ke tanah, masyarakat akan ikut tenang.

Setelah puas mencium aroma tubuhnya, perlahan-lahan saya membuka
pakaian tidurnya, dia selalu tidak pernah memakai pakaian dalam. Saya
membuka pahanya perlan-pelan dan memperhatikan vaginanya, sangat
cantik sekali, berwarna merah muda. Gairahku bangkit kembali, langsung
saya menciumi perlahan-lahan Mulutku dengan cepat menempel ketat pada
kedua bibir kemaluannya dan lidahku menyapu serta menjilat gundukan
daging kecil pada bagian atas lubang kemaluannya. Segera terasa
badannya bergetar dengan hebat dan kedua tangannya mencengkeram
kepadaku, ternyata istriku telah terbangun dari tidurnya. Dia menekan
ke bawah disertai kedua pahanya yang menegang dengan kuat.

Keluhan panjang keluar dari mulutnya"Oohh.., oohh.., oohh..!"
Saya merubah posisi 69, batang kemaluanku dipegang olehnya, lalu saya
merasakan ujung lidahnya mulai bermain-main di seputar kepala penisku,
suatu perasaan nikmat tiba-tiba menjalar dari bawah terus naik ke
seluruh badanku, sehingga dengan tidak terasa keluar erangan
kenikmatan dari mulutku. Kami terus bercumbu, saling hisap-mengisap,
jilat-menjilat seakan-akan berlomba-lomba ingin memberikan kepuasan
pada satu sama lain. Setelah 8 menitan bertempur, istriku mulai
mengejang dan berteriak.

"Aahh.. aahh.." jeritannya disertai dengan merapatnya kedua paha,
serta dicakar-cakarnya buah pantatku.
Satu setengah menit dia menjepit kepalaku, sampai akhirnya dia
terkulai, sementara saya terus dengan aksiku menjilati setiap tetes
air yang mengalir dari lubuk vaginanya.
"Enough.. honey.. auuow.." rintihnya.
Dia menjatuhkan diri dan telentang pasrah sambil menarik nafas
panjang, pandangan matanya menerawang ke langit-langit kamar.
"Sudah tidak yach, karena ditinggal 1 minggu", katanya.
"Iya nich, 1 minggu gue cuma bisa gigit jari, sekarang lu harus bayar
semua" balasku.
"He he he.." istriku tersenyum manis.

Beberapa saat kemudian saya menyuruhnya untuk menungging. Dalam
keadaan menungging begitu dia kelihatan lebih aduhai!
Bongkahan pantatnya yang putih dan mulus itu yang bikin aku tidak
tahan. Kupegang penisku dan langsung kuarahkan ke vaginanya, lalu
langsung kukayuh perlahan-lahan, setelah sekian lama Kuraih badannya
yang kelihatan sudah mulai mengendur. Kupeluk dari belakang, kutaruh
tanganku di bawah payudaranya, dengan agak kasar kuurut payudaranya
dari bawah ke atas dan kuremas dengan keras.
"Eengghh.. oohh.. ohh.. aahh", tidak lama setelah itu bendunganku
jebol, kutusuk keras banget, dan spermaku menyemprot lima kali di
dalam.

Setelah istirahat sejenak, kami lalu pergi ke kamar mandi untuk
membersihkan diri. Lalu kembali ke ranjang. Sambil tiduran kami
ngobrol dan becanda, sampai saya terangsang kembali. Kemudian sambil
telentang saya menarik dia ke atasku, sehingga sekarang dia tidur
tertelungkup di atasku. Badannya dengan pelan kudorong agak ke bawah
dan kedua pahanya kupentangkan. Kedua lututku dan pantatku agak
kunaikkan ke atas, sehingga dengan terasa penisku yang panjang dan
masih sangat tegang itu langsung terjepit di antara kedua bibir
kemaluannya. Dengan suatu tekanan oleh tanganku pada pantatnya dan
sentakan ke atas pantatku, maka penisku langsung menerobos masuk ke
dalam lubang kemaluannya. Amblas semua batangku.

"Aahh..!" terdengar keluhan panjang kenikmatan keluar dari mulutnya.
Saya segera menggoyang pinggulku dengan cepat karena kelihatan bahwa
dia sudah mau klimaks. Saya tambah semangat juga ikut mengimbangi
dengan menggoyang pantatnya dan menggeliat-geliat di atasku. Kulihat
wajahnya yang cantik, matanya setengah terpejam dan rambutnya yang
panjang tergerai, sedang kedua buah dadanya yang sexy itu bergoyang-
goyang di atasku.

Ketika kulihat pada cermin besar di lemari, kelihatan pinggulnya yang
sedang berayun-ayun di atasku. Batang penisku sebentar terlihat
sebentar hilang ketika dia bergerak naik turun di atasku. Hal ini
membuatku jadi makin terangsang. Tiba-tiba sesuatu mendesak dari dalam
penisku mencari jalan keluar, hal ini menimbulkan suatu perasaan
nikmat pada seluruh badanku. Kemudian air maniku tanpa dapat ditahan
menyemprot dengan keras ke dalam lubang vaginanya, yang pada saat
bersamaan pula terasa berdenyut-denyut dengan kencangnya disertai
badannya yang berada di atasku bergetar dengan hebat dan terlonjak-
lonjak. Kedua tangannya mendekap badanku dengan keras. Pada saat
bersamaan kami berdua mengalami orgasme dengan dasyat. Akhirnya dia
tertelungkup di atas badanku dengan lemas sambil dari mulutnya
terlihat senyuman puas.

"Thanks yach, lu sudah memberikan breakfast yang nikmat sekali..!"
katanya
Saya membalasnya dengan memberi ciuman di keningnya.
"Honey.. i wanna to tell you something" lanjutnya.
"What honey?" jawabku
"You must be promise 1st"
"Promise for what?"
"Promise don't mad with me"
"I can't mad to you honey" jawabku sambil mencium keningnya lagi.
"OK.. I'm pregnant" katanya pelan.
"WHAT.. are you serious?"
"Yes.. honey"

Mungkin karena terlalu senang, seperti orang kesurupan, saya langsung
memeluknya dengan erat, dan menciuminya bertubi-tubi.
Kami berpelukan dan berciuman disertai kedua tangan kami yang saling
mengelus-elus dan memijit-mijit satu sama lain, sehingga dengan cepat
nafsu kami terbangkit kembali. Lidah kami saling berpilin dan
menyedot, enak sekali rasanya. Kupencet-pencet puting susunya sambil
terus berciuman. Sekarang mulutku berpindah ke leher jenjangnya,
kujilat lehernya dan tanganku makin ganas di dadanya. Istriku membalik
tubuhnya dan berada di atasku, lalu dia mengambil posisi 69, tanpa
basa basi dijilatinya barangku mulai dari buah pelir ke kepalanya,
kemudian dimasukkan ke mulutnya. Saya langsung menjilati klitorisnya
yang sudah basah itu dan dibalasnya dengan sedotan-sedotannya yang
nikmat, dia membiarkan batang kemaluanku dalam mulutnya dan dimain-
mainkan dengan lidahnya sambil dihisap, sementara aku mengigit pelan
bibir kemaluannya.

Setelah 10 menit, karena saya tidak mau cepat-cepat orgasme kusuruh
dia berhenti. Kali ini dia tidur telentang, saya menindihnya dan
kumasukkan batang kemaluan ke dalam liang kewanitaannya. saya mulai
memompanya. Kugerakkan pantatku naik turun dan dia pun mengikuti
gerakan tubuhku. Dia mulai ribut merintih sambil mengigiti jarinya,
menggeleng-gelengkan kepalanya, dan kakinya sudah melingkari
pinggangku, sesekali dia juga mencium bibirku.

"Ohh.. mooree..!"

Makin lama makin kupercepat gerakanku, kami semakin liar di ranjang,
kalau ranjangnya murahan bisa-bisa ambruk karena guncangan sekuat ini.
30 menit kami berada dalam posisi ini, tubuh kami sudah mandi
keringat. Akhirnya kurasakan dia mulai mengejang, kedua kakinya
semakin kencang menjepit pinggangku, tangannya memelukku erat-erat
bahkan kurasakan kukunya mulai menggores punggungku, tapi tak
kuhiraukan.

Akhirnya cairan hangat kurasakan membasahi batang kemaluanku disertai
lolongan panjangnya. Tapi saya masih belum orgasme, kuteruskan
menggenjotnya sampai 5 menit kemudian giliranku yang menyemburkan
maniku di dalam liang kewanitaannya. Tubuhku mulai melemas, kami
saling cium sambil berguling-guling sampai akhirnya berbaring dengan
nafas terengah-engah.
"I'm very glad you pregnant!" kataku terbata-bata karena nafasku masih
tidak bisa teratur.
"I love you" balasnya sambil menyeka keringat di dahiku.
Mendadak dia menciumku turun ke leher, dada, perut, akhirnya batang
kemaluanku. Dikulumnya batang kemaluanku yang masih berlumur sperma
dan cairan liang kewanitaannya itu dengan rakus. Batang kemaluanku
yang tadinya mulai loyo kembali menegang di mulutnya. Saya mengubah
posisiku bersandar di ujung ranjang sehingga saya bisa memijat-mijat
payudaranya yang berukuran sexsy itu.

Setelah membersihkan batang kemaluanku, dia duduk di pangkuanku dengan
posisi berlutut. Sambil kuelus-elus pantatnya dia perlahan-lahan
menurunkan badannya sampai batang kemaluanku tertanam di liang
senggamanya. Tanpa kuperintah, dia langsung menggerakkan tubuhnya
turun naik seperti naik kuda. Payudaranya yang tepat di depan wajahku
ikut bergoyang-goyang naik turun seirama gerakan badannya. Kuhisap
payudara kirinya sementara yang kanan kupijat-pijat dengan lembut
sesekali kuputar & kutarik puting merah muda yang sudah keras itu.

Sebelum klimaks kedua kalinya kusuruh dia berganti posisi. Kali ini
dia menungging di depanku, ingin main belakang rupanya sekarang.
Kumasukkan batang kemaluanku dan tanganku meremas-remas payudaranya
yang menggantung itu. Genjotanku membuatnya mengerang-erang nikmat
sambil terus memacu tubuhnya mengimbangi gerakanku. Butir-butir
keringatnya berjatuhan di ranjang.
Setelah 15 menit bermain doggy style, kita orgasme bareng, spermaku
menyemprot 2X ke dalam rahimnya.

Setelah kami istirahat 1 jam, kami pergi ke restaurant untuk merayakan
kehamilan yang pertama ini. Ternyata istriku ke luar negeri tidak
hanya untuk menjenguk kakaknya, tetapi juga untuk memeriksa
kehamilannya.

Saya mohon doa kepada semua pembaca untuk keselamatan istri dan anakku
yang masih di kandungannya.

Tamat




Komentar

0 Komentar untuk "Birahi seks saat istriku hamil"

Poskan Komentar

Boleh pasang iklan, link atau website, tapi dilarang menampilkan Nomer HP, Pin BB serta Email.

 

Rumah Seks Indonesia. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Church by Brian Gardner Converted into Blogger by Bloganol dot com Modified by Axl Torvald