One Piece - Woman island

0 comments

Temukan kami di Facebook
Setting cerita ini adalah pada saat Luffy, Zorro, Usopp, Tony Chopper, Sanji, Vivi dan Nami, sedang melanjutkan perjalanan menuju Arabasta. Pada suatu hari saat dalam perjalanan, Usopp mengatakan bahwa ia telah menemukan sebuah pulau yang penuh dengan kota, lalu Nami mengatakan bahwa itu adalah Woman Island, keterangannya tidak lengkap, kotanya lumayan besar, penduduknya semuanya adalah wanita, dan Nami mengatakan bahwa mereka tidak akan menemukan hal yang menarik disana, tetapi karena Sanji kekurangan bahan makanan ia merekomendasikan kepada Luffy agar mampir terlebih dahulu. (percakapan tokoh tokoh di cerita saya memakai sistem naskah drama).

Sanji: "Hey Luffy, kita kekurangan makanan apa sebaiknya kita mampir terlebih dahulu?"
Luffy: "Tidak masalah he he, aku juga mau bertualang. Nanti beli daging yang banyak ya Sanji, he he"
Zorro: "Dasar bodoh, kau mau bertualang kemana? Seluruh pulau itu dipadati kota".
Luffy: "Tidak masalah, yang penting bertualang!"
Zorro: "Memangnya kau mengerti apa yang kubicarakan?"
Chopper: "Sudahlah Zorro, aku juga mau beli obat obatan disana."

Chopper lalu mendekati Nami.

Chopper: "Nami, bisa minta 50.000 berry? Aku mau beli peralatan dokter sekaligus obatnya"
Nami: "Tentu saja boleh, tapi bunganya 3x lipat"
Chopper: "Apaa? Mentang mentang aku rusa, Bukankah ini untuk kita bersama?"
Nami: "Tugas dokter bukan urusanku, mau atau tidak?"

Setelah dengan berat hati chopper pun menerimanya.

Sanji: "Apa kau keberatan Vivi sayaang?" ^_^
Vivi: "Kalau Cuma sekedar membeli perbekalan sih tidak apa apa kok Sanji, lagipula kata Nami arabasta jaraknya tak begitu jauh lagi."
Sanji: "Oke Vivii ^_^!"

Merekapun merapat, tetapi disana tidak ada orang sama sekali. Sanji pergi ke toko bahan makanan, Usopp pergi bersama chopper ke toko peralatan. Nami tinggal dikapal, Luffy menemaninya untuk jaga jaga agar Nami aman dari musuh, Vivi pergi bersama Karuu dan Zorro berjalan jalan mengelilingi pulau tetapi mereka berpisah di tengah jalan karena Zorro tiba tiba mengantuk. Lalu tidur siang.

Karuu: "Kwek?" (sambil menujuk Zorro dengan sayapnya)
Vivi: "Biarkan saja Mr Bushido tidur (panggilan Vivi terhadap Zorro), lebih baik kita mencari seseorang dipulau ini."

Sementara itu dikapal, Luffy yang sedang bengong mulai menggerutu.

Luffy: "Huh.. Kenapa aku yang harus menemanimu?"
Nami: "Kenapa? Kau keberatan bersamaku?
Luffy: "Aku kan juga mau lihat lihat isi pulau itu."
Nami: "Kita harus waspada, siapa tahu disini banyak angkatan laut yang menunggu untuk menyergap kita."
Luffy: "Ah gampang, aku kan bisa menghajar mereka semua?"
Nami: "Kau benar benar susah diatur, anggap saja kau temani aku sebagai ganti kau merusakkan jaket dinginku dulu di drum island"
Luffy: "Waah (hu-uh).. Kau curang"
Nami: "Terserah apa katamu" Luffy pun duduk menunggu sambil cemberut.

Di bukit. Zorro yang sedang tertidur diangkat seseorang dan dibawa entah kemana. Dia tidak menyadarinya karena ia tidur pulas sekali. Di toko peralatan sebuah kerangkeng besi jatuh dan mengurung Chooper. Ia sangat terkejut sekali, Lalu sebuah boneka setan-setanan jatuh dari atap dan membuat Usopp jatuh pingsan dengan mulut berbuih. Mereka lalu dibawa seseorang di toko makanan, sekumpulan wanita mengepung Sanji dan menangkapnya, Sanji tidak bisa melawan wanita karena ia adalah orang yang sangat menghargai wanita, saat diseret ia malah kegirangan sambil berkata yang bukan bukan.

Vivi dan Karuu aman aman saja. Di kapal ada seorang ninja wanita memasuki dek diam diam lalu membuka sebuah botol aneh yang menyebarkan bau wangi. Saat Luffy menciumnya badannya terasa panas dan merasa ada perubahan yang aneh pada barang pribadinya, saat melihatnya ia pun panik.

Luffy: "Whuaa.. Namii!"

Luffy berlari ke arah Nami yang sedang duduk di dekat pohon jeruknya sambil minum teh dengan santai.

Nami: "Kenapa ribut ribut?"

Luffy membuka celananya lalu menarik penisnya hingga panjang sekali (dia kan manusia karet jadi wajar dong) lalu ditunjukkannya ke Nami.

Luffy: "Kenapa barangku menjadi keras begini Nami?"

Wajah Nami memerah saat Luffy menunjukkan penisnya.

Nami: "Singkir kan itu dari pandangan ku!"
Luffy: "Iya iya kok marah sih? Tapi apa kau tahu aku ini kenapa?"

Kata Luffy sambil menarik lagi celananya sambil merasa cemas.

Nami: "Masa begitu saja kau tak tahu? Kau kan sudah dewasa, itu tandanya kau terangsang Luffy."
Luffy: "Emangnya apa yang membuatku terangsang begini Nami?"
Nami: "Yah.. Macam macam bisa pikiran jorok atau jangan jangan kau melihat perempuan tanpa busana didekat sini ya? Dasar jahil"

Ninja wanita yang memberikan obat tersebut keheranan melihat Luffy masih bisa mengendalikan diri walau sudah terangsang, iapun menambah dosisnya. Tapi tanpa sengaja aroma obat itu juga mengenai Nami, muka Nami pun perlahan-lahan memerah.

Nami: "Haah.. Kenapa tiba tiba udara panas ya?"
Luffy: "Ah masa? Biasa saja kok! Jangan jangan sakit yang kemarin kambuh lagi? (bagi yang setia menonton anime one piece pasti tahu Nami dulu sakit apa), aku antar ya kekamar ya Nami."

Luffy lalu mengangkat Nami, Nami sedikit terkejut, jantungnya berdebar debar, dalam hatinya ia berpikir mengapa ia merasa begitu, tapi Luffy sama sekali tak bermaksud apa apa, dia hanya mau menolong Nami. Tanpa sengaja Luffy memegang pantat Nami yang membuat rangsangannya semakin menjadi jadi, vagina Nami sedikit demi sedikit mengalirkan cairan dari liang kewanitaannya, celana dalam Namipun menjadi lembab.

Nami: "Uhh ah.." Desahnya pelan.
Luffy: "Kenapa Nami?"
Nami: ".. Eng.. Tidak apa apa.."

Mereka akhirnya sampai ke kamar Nami, Luffy lalu menidurkan Nami, Nami terlihat menderita, dia memegang selangkangannya terus sambil merem melek menghembuskan nafas hangat, Luffypun heran.

Luffy: "Istirahat ya Nami, aku keluar dulu mencari rusa kutub (chopper), biar ia mengobatimu"

Saat Luffy mau beranjak keluar tiba tiba Nami bangkit dari kasur dan berlari menghalangi pintu.

Luffy: "Lho kok cepat sekali sembuhnya Nami?"

Luffy sedikit bingung wajah Nami yang merah dan menyipit itu terlihat haus akan sesuatu, dia lalu mendekati Luffy secara perlahan. Luffy yang melihatnya, berulang kali merasa heran. Nami lalu mencengkram kedua tangan Luffy menariknya dan merebahkannya ke ranjang.

Luffy: "Waa Nami, kau kenapa?"

Tanpa memberi aba aba Nami lalu mencium bibirnya Luffy secara bernafsu sekali dan membuat bibir manusia karet itu sedikit tertarik tarik, Luffy terkejut tapi ia membiarkan Nami bergerak bebas diatas tubuhnya. Setelah itu Nami membuka kancing baju Luffy dan celana pendeknya, dia mengambil topi jerami dari kepala Luffy lalu dilemparkan ke atas meja, Nami meraih penis Luffy dan mulai mengulumnya.

Luffy: "Ah ha ha ah haa haa! Nami geli nih ah ahaa ha ha! Aduh duh"

Luffy tertawa tawa kegelian akibat kuluman Nami yang mengilukan. Nami lalu mengocoknya hingga penis Luffy memanjang memendek seperti karet yang ditarik tarik tetapi Luffy menikmatinya sambil tertawa tawa, Nami membuka baju atasan nya dan celana roknya juga baju dalam nya. Dan akhirnya Namipun bugil dihadapan Luffy, mata Luffy mendongak melihat keadaan itu. Payudara Nami yang besar itu membuat rangsangan di penis Luffy semakin menjadi jadi.

Nami: "Peluk aku Luffy.."

Pinta Nami memelas. Luffy akhirnya memeluknya lalu Nami membalikkan badannya higga Nami berada dibawah sekarang, payudara Nami yang bergoyang goyang itupun diraih Luffy dan diremasnya, remasan Luffy membuat Nami menggigit jari kenikmatan, lalu Luffypun mengulum pentil dada Nami yang merah muda itu, Nami merintih dengan lembut, Nami mengambil penisnya Luffy lalu diarahkan ke arah vaginanya yang berbulu tipis itu, Luffy sedikit terkejut.

Nami: "Uhh teruskan Luffy jangan ditahan ahh."
Luffy: "Nami, dimasukin nih? Memangnya enggak apa apa?"

Luffy berkata begitu karena melihat Nami memejamkan mata sambil mengerutkan dahi serta mengeratkan gigi, Nami terlihat sakit dimata Luffy yang polos itu.

Nami: "Tidak, aku tidak apa apa.. Ahh.. Tekan Luffy, tekan.. Ah.."

Luffy pun menurut dia mengangkat kedua paha Nami sehingga kedua paha Nami berada dipundaknya sekarang, sambil menahan paha Nami, Luffy lalu menekan penis nya di vagina Nami, awalnya hanya kepala penisnya saja yang masuk tapi sedikit demi sedikit pun penis Luffy akhirnya masuk seluruhnya.

Luffy: "Eghh.. Hangat.. Nami"

Nami membuka mulutnya dan menghembus kan nafas seperti tersengal sengal.

Nami: "Hah.. Hah.. Hah.. Ah luf.. Fy hah.. Hah.."

Luffy pun menggenjotnya dengan penuh semangat, Nami mengelepar gelepar seperti ikan yang jatuh didarat, badan atas nya berkali kali berputar kekanan kiri, Nami menjerit keras dan akhirnya mengalami orgasme, cairan hangat mengalir di antara vaginanya, sedikit darah mencampuri cairan itu akibat selaput dara Nami yang robek. Sekitar 20 menit permainan itu berlangsung, Nami meminta Luffy terlentang dan ia memasukkan penis Luffy kembali ke dalam vaginanya, sekarang Nami yang menguasai permainan.

Sementara mereka asyik bermain, Zorro yang sedang terikat dengan tambang merasa dirinya terancam melihat sekumpulan prajurit wanita berusaha menelanjanginya ia lalu melepas sepatunya dan meraih pedangnya dengan kakinya, dan dengan pedang dikakinya Zorro membabat habis mereka. Setelah memotong tambang yang mengikat dirinya Zorro pun pergi dari situ. Sementara itu Usopp sedang diikat ditiang dan 3 orang wanita cantik sedang berebut membuka celananya bermaksud menelanjanginya tetapi Usopp berpikir lain.

Usopp: "Waa! Kalian mau apa? Waa! Dagingku tidak enak! Menyingkir sanaa! Rusa kecil yang disana lebih enak, dia masih muda!"

Chopper: "Apaa? Ti, tidak!, dagingku tercemar kutu urat, aku tidak enak dimakan, lagipula hidungku biru. Makan saja dia!"

Wanita 1: "Berisik! Aku tidak ada urusan denganmu rusa kecil, memangnya siapa yang mau memakan kalian? Tapii, mungkin teman kami yang satu ini mau."

Wanita 3: "(slrpp) Rusa kecil yang bisa bicara, tampaknya lezat! sini maniss.."

Chopper lalu menjerit jerit karena prajurit wanita yang bertubuh gemuk berusaha memasaknya dikuali yang mendidih. Chopper yang ketakutan pun berubah menjadi wujud manusianya dan menghancurkan kerangkeng lalu menghajar semua wanita dan menyelamatkan Usopp.

Mereka pun pergi dari situ sementara itu Sanji sibuk melayani 6 wanita. Sanji kelihatan sangat senang sekali.

Sanji: "Kalian sungguh mempesona dan menggairahkan ha ha ha, apa tidak sebaiknya aku memanggil teman temanku kesini? gadis gadis?"
Wanita: "Kau tinggal saja disini sayang, temanmu yang dikapal itu sedang diincar pembunuh kami, tinggal saja bersama kami, kau akan mendapat kepuasan setiap dan sepanjang hari"

Sanji yang terkejut mendengar perkataan itu segera mencabut penisnya dari wanita keempat dan membuat mereka semua pingsan dengan memukul leher mereka secara perlahan.

Sanji: "Sial! mudah-mudahan Nami tidak apa apa, jangan-jangan Luffy bodoh itu meninggalkannya sendirian.

Sanji pun segera menuju kekapal setelah memakai busananya.

Tamat


Nafa

0 comments

Temukan kami di Facebook
Mukanya imut sekali, kemasan luarnya lugu. Tubuhnya mengundang selera, mulai dari postur yang tegak, bongkahan pantat yang besar padat berisi, buah dada yang kencang dan tegak, serta mata yang sendu. Image ini seperti menggoda terus pria manapun untuk mencoba dia, tapi jarang ada yang berani karena mereka tahunya Nafa adalah gadis lugu dan baik-baik, mulutnya kerap mengatakan kutipan-kutipan berfilosofi.

Tapi itu dulu. Sudah kelewat banyak yang tahu misalnya, ia suka menenggak Long Island hingga bergelas-gelas dengan muka bersemu kemerahan karena isi kepalanya "loaded with heavy alcohol". Itu belum cukup, tidak aneh jika alkohol bersaudara dekat dengan sex. Menurut satu penata rias bencong yang menjadi karib Nafa, ia sering menjadi perantara jika ada pria ingin "lebih intim" dengan Nafa.

Hair dresser dan make-up man ini menjadi comblang dengan sejumlah patokan-patokan. Yang dicari adalah tajir, muda, tampan, dan Nafa harus sreg duluan. Maklum, mungkin Nafa belum selihai Sarah Azhari yang bisa tutup mata tutup telinga menghadapi pria mana saja. Setelah mendengar kabar burung ini, team P. A. S segera melakukan penyelidikan terhadap artis "berpantat montok" Nafa U.

Banyak yang tidak percaya kenyataan ini, banyak yang masih menganggap dia adalah gadis alim yang salihah, dan ada juga yang langsung terhenyak ketika diberitahu hal ini lalu membantah dengan keras. Tapi setelah team P. A. S menunjukkan semua bukti dan saksi-saksi, Nafa tidak dapat mengelak lagi.
"Iya deh Mas, saya mau di wawancarai dengan jujur. Tapi saya mohon jangan disebarkan ke publik semua bukti dan saksi ini."
Setelah mengadakan negosiasi dan sedikit ancaman kepada Nafa U, kami mulai menanyai tentang segala lika-liku kehidupannya.

Banyak orang menganggap tubuh Nafa selalu mengundang birahi setiap lelaki yang melihatnya.
"Ah, masa' sich? Memang aku selalu merawat tubuhku dengan rajin. Sekarang aku juga lagi diet agar perutku lebih datar dan kenceng. Terus makan sayuran, dan minum jamu. Fitness aku 3 jam sehari."
Nafa melakukan semua itu untuk mendapatkan bentuk tubuh yang lebih sempurna. Itulah salah satu sifat buruk Nafa U, dia tidak pernah puas akan dirinya sendiri."Serakah", itulah kata yang tepat untuk menggambarkannya.

Lalu kembali ke isu yang menerpanya, bagaimana Nafa menanggapi pengakuan dari hair dressernya.
"Iya Mas, dia benar kok. Gimana lagi ya Mas, sejak putus sama Primus aku ngga' tau mau kusalurin kemana nafsu birahi aku. Jujur aja Mas, nafsu birahi aku besar sekali. Klo udah gitu aku buru-buru browsing internet, lihat pic-pic hardcore atau penis-penis cowok. Sambil gitu, aku ngocok vaginaku sendiri pake jari aku. Kalo di rumah, aku lihat VCD porno sambil ngocok vaginaku pake penis vibrator dari karet. Besar lo Mas, penis karetnya. Sakit sich waktu kumasukin ke vaginaku, tapi kalo udah masuk semua terus di kocok enak banget dech Mas."

Primus Yustisio ketika dikonfirmasi team P. A. S tentang hubungan seksualnya semasa masih dengan Nafa U, bersedia menceritakan tentang seorang Nafa U sebenarnya.
"Nafa itu orangnya sombong dan egois, aku selalu nasehatin dia agar lebih mau peduli kepada orang lain. Tapi dia selalu marah-marah. Aku sich sabar menghadapi dia. Tapi karena bosan dengan sikapnya yang arogan itu, aku putus hubungan dengannya."

Mengomentari tentang nafsu sex Nafa yang besar Primus mengakuinya.
"Ya Mas, nafsu sex Nafa sangat besar. Aku selalu kewalahan menghadapinya di ranjang. Kami sudah melakukan berbagai macam posisi sex yang mungkin dilakukan. Posisi yang disukai Nafa yaitu, aku di bawah sedangkan Nafa duduk di atas penisku. Jadi dia bisa mengontrol kedalaman dan kecepatan penisku dalam memeknya. Kalo saya sendiri suka doggy style. Saya bebas menusuk memeknya sampai paling dalam, sampai Nafa teriak-teriak kesakitan. Sambil kedua tangan saya meremas-remas kedua susunya yang menggantung bebas."

"Buah dada Nafa memang indah Mas, ukurannya yang 34B itu pas dengan tubuhnya. Susunya putih bersih. Payudaranya kenyal sekali. Puting susunya yang berwarna merah kecoklatan itu lumayan lebar lo Mas, cuman ujungnya mungil. Dan kalo lagi ereksi, ujung puting susunya mencuat tegak agak keatas. Indah sekali. Bibirnya sexy sekali kan? Asal tau saja Mas, Nafa itu paling suka meng-oral kontol saya. Bahkan ketika saya menyetir mobil, jika dia lagi nafsu, dia langsung memasukkan kontol saya kedalam mulutnya kemudian mengocok kontol saya dengan tangan dan mulutnya. Dia juga percaya kalo air peju meremajakan kulit wajahnya. Begitu kusemprot peju gue, dia langsung meminumnya sampai nggak tersisa sedikitpun.".

"Saya putus dengan Nafa juga karena nafsu sex Nafa yang besar itu Mas. Bayangin aja Mas, dia sudah orgasme 12 kali tapi terus minta tambah. Sedangkan saya sudah keluar peju saya 5 kali, sampai habis. Mas, perhatikan pantat Nafa kan? Gue paling senang ngremas ama mukulin tuh pantat. Besar dan montok banget, kenyal lagi. Tapi Nafa nggak pernah mau anal sex, padahal gue pengin banget ngerasain jepitan liang anusnya. Meskipun pantat Nafa besar, lobang duburnya kecil sekali Mas. Pernah waktu dia tidur, saya coba masukin jari telunjuk saya ke liang anusnya yang dikelilingin rambut cukup lebat. Mungkin Nafa jarang sekali buang air besar, dan mungkin kotorannya kecil-kecil. Sulit sekali Mas, cuman masuk nggak ada setengah panjang jari telunjuk saya. Ketika dia mau bangun, saya buru-buru cabut lagi. Takutnya dia marah Mas."

"Suatu malam di rumah saya, kami berhubungan badan. Aku bosan dia itu nggak puas-puas, padahal aku sudah capek sekali. Ketika saya minta berhenti, dia malah mengejek saya. Saya tersinggung sekali. Lalu saya mau memuaskan dia lagi asal kedua tangannya kuikat. Nafa setuju saja. Setelah kuposisikan menungging, kubekap bongkahan pantatnya dengan tangan kiriku. Kemudian kumasukkan kedua jari tangan kananku ke dalam liang anusnya. Kukeluar-masukkan dengan cepat sampai agak membuka, lalu kuludahi liang anusnya yang sedikit menganga itu biar basah. Nafa marah sambil teriak-teriak. Kupaksa ia mengulum dulu kontolku sampai basah. Kemudian langsung kulesakkan penisku yang besar dan panjang ini ke dalam pantatnya. Sangat sulit, tapi akhirnya penisku amBLas seluruhnya di dalam pantat Nafa. Aku merasakan batang kejantananku dijepit oleh dubur Nafa sempit sekali sampai terasa sakit dan panas sekali didalam rongga dubur Nafa U. Kemudian mulai kumaju-mundurkan penisku dalam pantat Nafa. Nikmat sekali."

"Kusodomi pantat Nafa selama 20 menit, selama itu pula dia merasakan penderitaan kesakitan dan perih yang luar biasa pada pantatnya. Sambil kusodomi, kutampari kedua bongkahan pantatnya yang besar kenyal itu. Sampai pantatnya memerah dan lecet-lecet. Lalu dia pingsan karen tidak tahan sakitnya. Kemudian kusemprotkan seluruh pejuku ke dalam duburnya. Kudiamkan sejenak sambil memperhatikan batang penisku yang masih tertanam di dalam pantat Nafa. Ketika kucabut penisku, darah dan pejuku bercampur menjadi satu keluar dari lobang duburnya yang menganga lebar mengalir membasahi memeknya."

"Karena dia tidak sadar-sadar, kusodomi lagi pantatnya untuk yang kedua kalinya. Meskipun Nafa belum sadar, tapi wajahnya memperlihatkan rasa sakit yang dideranya. Lobang duburnya yang tadinya mulai menyempit, kini melebar lagi Kusemprot lagi pejuku ke liang pembuangan Nafa. Begitu kucabut kali ini bukan hanya darah dan pejuku yang keluar, tetapi tinjanya juga menyembur keluar. Nafa sampai mendesah ketika mengeluarkannya. Sepertinya Nafa sengaja mengeluarkan tinjanya dalam keadaan setengah sadar agar rasa sakitnya berkurang. Sebagian tinja Nafa U berupa cairan seperti mencret berwarna coklat kemerahan, lainnya berupa gelondongan-gelondongan kotoran yang berwarna kuning. Wah ni cewek buang kotoran sembarangan, pikirku, aku bingung juga. Aku nggak nyangka kalau Nafa mau buang hajatnya."

"Setelah sadar betul, kulepas tali yang mengikat lengannya. Kemudian dia bergegas berdiri dengan duburnya yang masih meneteskan sedikit darah. Dia buru-buru berpakaian. Nafa lalu mengatakan kalau dia tidak mau berhubungan dengan aku lagi. Lalu dia pergi dari rumahku, dengan berjalan agak sempoyongan. Nafa berjalan dengan kaki agak mengangkang, karena rasa sakit pada duburnya."

Nafa kemudian menjelaskan tentang perawatan tubuhnya.
"Kalo payudara, aku rutin mengolesi permukaan payudaraku dengan cream perangsang. Cream itu merangsang otot-otot payudara aku agar selalu tegang, jadi payudaraku bisa tegak dan kencang. Selain itu aku juga pake alat setrum khusus payudara. Alat itu memiliki 2 kabel, yang dililitkan ke masing-masing kedua puting susuku. Kemudian alat tersebut mengalirkan listrik bertegangan rendah melalui kedua kabel tersebut, ke payudaraku. Urat ?urat susuku kelihatan semua dan Otot-otot payudaraku berdenyut-denyut gitu Mas, agak sakit sich. Tapi lama-lama terbiasa. Itu aku lakukan agar payudaraku nggak kendur dan biar tetap tegak. Cream dan alat setrum itu aku beli dari dr. *****."

Lalu apa rahasia Pantat besar dan montok yang dimiliki oleh Nafa U?
"Mmm, Sebenarnya ini sangat pribadi ya Mas. Sebetulnya pantatku nggak sebesar ini. Aku pikir sudah banyak artis yang membesarkan payudara mereka. Seperti contohnya yang pasti Denada Tambunan, Sarah Azhari, Alda Rizma, Minati Atmanagara, dll. Jadi agar beda, saya putuskan untuk membesarkan pantat saya. Kemudian saya ikut terapi pembesaran pantat oleh dr. *****. Menu makan saya diatur, dan saya tidak boleh terlalu banyak duduk. Selama seminggu, sehari sekali dr. ***** menyuntikkan silikon cair ke dalam dua bongkah pantat saya. Lalu dr. ***** juga menyuntikkan lemak untuk menutupi silikon itu, agar pantat saya lebih kenyal."

Dengar-dengar Nafa U juga sempat di setubuhi oleh dr. *****.
"Begini lo Mas ceritanya. Saat terapi selesai, uangku cuman cukup membayar setengah biayanya. Aku nggak tahu kalau semahal itu. Lalu aku ngutang dulu ke bank. Tapi aku selalu menunda pembayarannya. Sampai 2 tahun kemudian, hutangku di bank besar sekali. Aku sempat bingung. Lalu dr. ***** bilang kalau dia mau membayar hutangku, dengan syarat aku harus mau kalau dia ingin memakai pantatku untuk pelampiasan nafsunya. Karena kupikir kalo pantatku juga sudah pernah disodomi oleh Primus, maka kuterima tawaran dr. ***** tersebut."

"Di ruang kerjanya itulah dr. ***** untuk pertama kalinya menyodomi pantatku yang montok ini, yang merupakan hasil karyanya. Agak sulit ketika pertama dimasukkan, tapi tidak sesulit waktu pertama kalinya aku disodomi oleh Primus. Lubang duburku yang sudah sempat menyempit dan rapat lagi setelah disodomi Primus kini membuka dan melebar lagi. Terasa sakit sekali, karena ternyata penis dr. ***** lebih besar dari milik Primus. Aku menahan rasa sakitku. Tapi akhirnya aku menjerit juga karena tidak tahan, tapi dr. ***** buru-buru menutup mulutku dengan tangannya. Untuk membayar hutangku di dr. *****, aku harus rela rutin ke tempat kerjanya seminggu sekali untuk menerima setoran sperma dr. ***** ke dalam duburku."

"Pernah ada kejadian begini Mas. Aku lagi mau nyetor pantatku ke dr. *****, tapi aku dari rumah perutku rasanya mules. Tapi nggak mau keluar. Ketika kukatakan kepada dr. *****, dia nggak peduli. Ia lalu menyodomiku dengan paksa. Aku disodomi sambil kedua kakiku berdiri, sementara tubuhku bersandar di atas meja kerjanya. Aku merasa ada yang mau keluar dari dalam pantatku. Aku berusaha keras menahan agar tidak keluar. dr. ***** menampar-nampar pantatku sampai memerah dan perih sekali, terasa panas sekali kulit pantatku waktu itu. Tidak terasa dari sela-sela bibir anusku mengalir keluar mencret dari dalam pantatku membasahi batang penis dr. *****. Dia segera mencabut penisnya. Mencret dan kotoran lembek berwarna coklat merah kekuningan menyembur keluar dari dalam lobang pantatku. Diiringi suara kentut aku yang cukup keras beberapa kali."

"dr. ***** marah karena penisnya penuh dengan tinjaku, dan sebercak kotoranku menempel di bajunya akibat mencret yang muncrat dari pantatku tadi. Ia lalu memaksaku mengulum penisnya yang masih penuh dengan kotoranku sendiri. Dengan tepaksa kukulum penisnya yang bau itu. Aku dapat merasakan sendiri kotoranku yang rasanya pahit dan masam ini. Lalu dr. ***** mengeluarkan spermanya didalam mulutku, yang terpaksa kutelan dengan kotoranku sendiri."

"Kemudian dr. ***** membawaku ke kamar mandi, lalu mengikat tanganku kebelakang. Aku lalu diposisikan menungging oleh dr. *****, ia lalu menuangkan suatu cairan dalam botol kedalam lobang duburku yang menganga lebar. Ia dari bawah kemudian memukuli perutku, aku merasa kesakitan dan mual. Tak lama kemudian pantatku mulai lagi menyemburkan kotoran dalam perutku. Rupanya cairan itu adalah seperti obat pencahar. Duburku terus mengelurkan kotoran didalam perutku tanpa bisa kukendalikan. Bahkan kotoranku yang padat berupa gelondongan-gelondongan berwarna kuning kecoklatan yang cukup besar pun kukeluarkan."

"Duburku berhenti, ketika kotoran dalam perutku sudah habis. Perutku terlihat kecil sekali, tapi bongkahan pantatku masih tetap besar. Masih dalam posisi menungging, dr. ***** mengencingi lobang anusku. Air seni dr. ***** masuk mengalir lewat duburku sampai ke perutku. Perih sekali kurasakan dinding-dinding rongga anusku."

Sampai kapan itu Naf?
"Ya sampai lunas seluruh hutangku ke dr. *****, mungkin baru lunas pada akhir 2004 nanti, Mas".

Tamat


Mr. Bean X - Kencan

0 comments

Temukan kami di Facebook
Mr. Bean sudah banyak dikenal pemirsa televisi sebagai film komedi yang penuh dengan banyolan segar dan dapat diterima oleh segala jenis penonton manca negara. Bahkan karena telah cukup sukses dan terkenal, serial Mr. Bean pernah pula dIbuat dalam format layar lebar. Kali ini penulis mencoba mengetengahkan Mr. Bean dalam tulisan cerita yang akan banyak mengandung unsur sex.

*****

Telah lama Mr. Bean tidak melakukan sex dengan wanita. Keinginan itu sudah sangat kuat, tapi ia belum menemukan wanita yang cocok dengan hatinya. Bisa saja Mr. Bean melakukan sex dengan para pelacur jalanan tapi hal itu tak berkenan dihatinya.

Kali ini ia sedang mengincar seorang karyawati di sebelah museum tempat ia kerja. Wanita yang diincarnya itu benar-benar sesuai dengan seleranya. Menurut taksirannya, wanita itu berumur tak lebih dari 25 tahun. Wajah anggun disertai dandanannya yang sederhana dan lekuk-lekuk tubuhnya benar-benar membuat Mr. Bean rela melakukan apa saja demi angan-angannya untuk bercinta dengan wanita itu. Wanita itu bernama Anna dan baru sebulan bekerja di gedung sebelah museum.

Tiap pagi sebelum masuk kerja, Mr. Bean sengaja berlama-lama di luar museum untuk menatap wanita incarannya itu. Selama ia menatap wanita itu, waktu bagaikan hilang dengan cepat. Berbagai taktik dan cara Mr. Bean lakukan untuk menatapnya lebih dekat sebelum ia mantap untuk berkenalan dengannya.

Sekali waktu Mr. Bean mendapati Anna sedang santai istirahat dari aktivitas kerjanya dari sebuah jendela kaca yang besar tempat Mr. Bean bekerja. Tanpa sepengetahuan Anna, Mr. Bean mengawasinya dari jauh dengan teropong yang sudah ia siapkan.

Waktu itu Anna sedang duduk di depan komputernya sambil makan sandwichnya. Sambil terus memainkan tangan kanannya pada mouse komputernya, setelah selasai menghabiskan sandwich, Anna mengambil pisang dari kotak makan siangnya. Semuanya itu tak luput dari pengawasan Mr. Bean.

Tak jelas apa yang sedang dilihat oleh Anna di layar monitornya, tapi yang jelas ia tidak sedang bekerja (mungkinkah Anna sedang mengklik situs sumbercerita.com?). Tangan kirinya kali ini turun ke bawah meja dan terlihat oleh Mr. Bean sedang bergerak-gerak seperti mengelus bagian bawah tubuhnya sendiri. Anna tampak keasyikan sendiri. Hal itu membuat hasrat Mr. Bean melambung ke langit. Apalagi dilihatnya tangan kanan Anna sudah melepaskan genggaman pada mouse komputer dan ganti menggegam pisang yang sudah siap ia masukkan ke mulutnya.

Tengok kanan kirinya, karena sepi Mr. Bean merasa aman untuk menggunakan kesempatan itu untuk mengkhayal. Sambil terus meneropong Anna, tangan kiri Mr. Bean masuk ke dalam celananya dan menggosok-gosok batang kemaluannya yang sudah menegang. Beberapa menit kemudian ia mengeluarkan batang kemaluannya sambil terus mengocoknya. Lalu Mr. Bean mendehem,
" Hmm.. Ssshh.. Emmhh.." dan batang kemaluannya mengeluarkan muatannya pada kaca jendela, "Crot.. Crot.. Crot.."

Belum sempat Mr. Bean beristirahat, ia mendengar pintu ruangannya dibuka seorang temannya. Ia pun segera bergegas menjauhi jendela, merapikan celananya dan menyembunyikan teropongnya, tapi ia melupakan bercak di kaca jendela akibat cairan hasratnya yang ia semprotkan. Ketika teman Mr. Bean yang baru saja memasuki ruangan itu melewati jendela kaca itu, ia menanyakan bercak itu. Dengan gaya lugu Mr. Bean menggeleng-gelengkan kepala tanda tak tahu menahu soal asal bercak itu.

Setelah temannya keluar dari ruangan itu, Mr. Bean mengambil lagi teropongnya untuk melihat kembali Anna. Kali ini dilihatnya seorang karyawati teman Anna berdiri di dekat Anna sambil ikut asyik melihat monitor komputernya Anna. Mr. Bean hanya menggeleng-gelengkan kepala lalu segera meninggalkan jendela kaca itu untuk kembali bekerja sebelum khayalannya yang tidak-tidak kembali muncul.

Padahal apa yang dilihat Anna di layar monitornya adalah sebuah situs tentang cara memijat kaki. Dan sewaktu Mr. Bean meneropong tadi, Anna sebenarnya sedang mempraktekkan memijat kakinya sendiri karena merasa sangat capek.

Bagai gayung bersambut, beberapa hari setelah itu Mr. Bean akhirnya mantap dan berhasil berkenalan dengan Anna. Bahkan mereka berdua juga telah membuat janji untuk makan malam bersama pada akhir pekan. Rupanya daya tarik Mr. Bean masih mampu memikat wanita yang lumayan itu.

Sepulang kerja pada hari itu juga, Mr. Bean segera menuju sebuah toko buku untuk membeli buku tentang teknik bercinta ala kamasutra. Harapannya tak lain adalah agar dapat meningkatkan teknik bercintanya dan membuat kagum Anna.

Selama beberapa hari Mr.Bean mempelajari semua hal tentang bercinta dari buku yang baru saja dibelinya di sela-sela waktunya. Merasa mampu menyerap dan mempraktekkan hampir semua isi buku itu, ia mengalihkan perhatiannya pada persiapan lainnya.

Mr. Bean berusaha agar kencan dengan Anna nanti berjalan dengan lancar. Maka ia mendaftar semua persiapan yang telah ia lakukan maupun yang belum. Dalam daftarnya, satu persiapan penting hampir terlewatkan, yaitu "kondom". Sadar bahwa hal ini bukan masalah sepele, ia pun membuka semua laci lemarinya dengan agak panik mencari sisa simpanan kondom yang ia miliki. Tapi yang didapatinya hanyalah bungkus-bungkus kondom yang telah kosong. Ia baru ingat bahwa sebulan yang lalu ia telah menghabiskan semua persediaan kondomnya karena ia pakai untuk mainan dengan cara ia tiup sehingga jadi balon-balon lucu.

Melihat jam di pergelangan tangannya, Mr. Bean segera menghambur keluar apartemennya menuju toko besar beberapa blok dari tempat tinggalnya. Ia pun segera ke bagian tempat menjual kondom. Setelah mendapati bagian itu, bukannya senang tapi ia tambah bingung karena dijumpainya banyak pilihan. Mulai pilihan harga, ukuran, rasa, warna, dan masih banyak lagi. Wajah Mr. Bean makin menampakkan kebodohannya setiap kali mengamati dan membandingkan kotak-kotak kondom tersebut. Yang ia butuhkan hanyalah satu kotak, tapi ia ingin yang benar-benar pas baginya.

Tiba-tiba wajah Mr. Bean berubah berseri-seri, karena dalam otaknya muncul sebuah ide cemerlang sewaktu tak sengaja melihat kamar ganti untuk mencoba pakaian. Mr. Bean segera saja mengambil beberapa kotak kondom dan menuju kamar ganti tersebut untuk ia coba.

Didalam kamar ganti, Mr. Bean segera membuka celananya dan mengeluarkan serta menggosok-gosok batang kemaluannya. Setelah batang kemaluannya tegak berdiri, ia pun segera mengeluarkan sebuah kondom dari masing-masing kotak yang ia ambil. Lalu ia mencobanya secara bergantian. Bak mencoba pakaian, setiap kali mencoba sebuah kondom, Mr. Bean bergaya di depan cermin dalam kamar ganti itu seakan siap bercinta dengan menggebu-gebu.

Untuk memilih rasa kondom yang akan ia pilih, Mr. Bean tanpa ragu menjilati setiap kondom yang telah ia coba. Akhirnya ia menjatuhkan pilihan pada kondom rasa pisang karena menurut perkiraannya Anna sangat menyukai pisang. Menemukan sebuah kondom yang benar-benar pas serta cocok rasanya, sekarang Mr. Bean sungguh puas dan memastikan pilihan kondom yang akan dibelinya dengan wajah menyeringai khas Mr. Bean.

Namun hal itu tak lama, karena ia kini bingung setelah sadar bahwa di lantai kamar ganti yang ia pakai berceceran kondom-kondom yang telah ia coba. Ia memungut sebuah kondom yang telah ia coba dan mencoba memasukkannya kembali ke tempatnya tapi tidak berhasil. Karena merasa bertanggung jawab, wajah Mr. Bean menunjukkan kekesalan. Tapi bukan Mr. Bean namanya kalau tidak menemukan solusi meski sekonyol apapun.

Kali ini pun demikian juga. Melihat sebuah pakaian yang baru saja dicoba oleh orang lain sebelumnya masih tergantung pada gantungan pakaian, ide cemerlangnya kembali muncul. Ia punguti semua kondom yang telah ia coba lalu ia gantung pada setiap gantungan pakaian dalam kamar ganti itu hingga tak bersisa.

Mr. Bean keluar dari kamar ganti itu dengan suka cita menuju kasir. Baru beberapa langkah ia mendengar teriakan seorang Ibu-Ibu yang akan masuk ke kamar ganti bekas ia pakai dan kaget melihat banyak kondom bergelantungan didalamnya. Mendengar teriakan itu, Mr. Bean bergegas ke kasir dengan mimik wajah tanpa salah dan membayar sekotak kondom pilihannya. Dan Mr. Bean pun segera pulang dan istirahat karena merasa capek setelah memilih kondom selama 2 jam dan telah mencoba satu persatu semua kondom yang ditawarkan toko tadi.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu Mr. Bean tiba. Cuaca petang itu sungguh hangat membuat suasana makan malam antara Mr. Bean dengan Anna makin romantis. Mereka berdua mengobrol sambil menikmati santapan lezat. Bagi Mr. Bean, harga makanan di restoran tersebut benar-benar membuatnya merasa dirampok. Maka ia pun berlama-lama dalam restoran itu bersama Anna menikmati malam yang indah hingga menjelang tutupnya restoran itu. Dengan begitu Mr. Bean merasa "fair" dengan harga makanan yang ia bayarkan, walau hal tersebut sempat membuat para pelayan restoran itu bersungut-sungut karena ulah Mr. Bean.

Sepulang dari restoran, Mr. Bean menggandengan Anna dengan mesra. Entah karena alkohol dalam anggur merah yang ia minum atau memang daya pesona Mr. Bean, Anna pun menanggapinya dengan serta merta. Berdua saling rangkul dan akhirnya langkah mereka menuju tempat mobil Mr. Bean diparkir terhenti. Keduanya saling berpelukan dan berciuman bibir dibawah remang-remang lampu di sisi trotoar.

Mr. Bean bisa merasakan buah dada sintal milik Anna bergesek dengan dadanya. Walau berdua masih mengenakan mantel, tapi rasa gesekan itu menembus hingga permukaan kulit dada Mr. Bean. Sebaliknya Anna merasakan sebuah benjolan dari celana Mr. Bean menggesek rok-nya hingga terasa pada selakangannya. Mabuk asmara bercampur dengan mabuk nafsu dan tak ketinggalan pengaruh sebotol anggur merah yang mereka habiskan berdua membuat keduanya makin tak sabar lagi. Bergegas masuk ke dalam mobil, Mr. Bean segera tancap gas menuju aparteman Anna.

Di dalam aparteman Anna, Mr. Bean kembali mencium bibir Anna menghidupkan kembali bara nafsu dan hasrat mereka berdua yang hampir padam karena perjalanan dingin ke apartemen Anna. Lalu Mr. Bean menghentikan ciuman tersebut dengan sopan dan menelanjangi dirinya sendiri dengan pelan. Anna-pun segera mengikutinya. Dalam keadaan bugil, terlihat batang kemaluan Mr. Bean sudah bagai tonggak berdiri bagai tombak yang siap menghunjam sasaran. Tanpa selembar benang, tubuh Anna tampak aduhai. Buah dada sintal diramu dengan pinggul serta pantat yang menawan. Perut datar nan elok menuju otot bagian bawah perut yang agak menonjol ditumbuhi rambut halus. Lubang kenikmatannya kemerah-merahan menyeruak diantara rambut-rambut halus tersebut.

Anna menghampirinya dan menggegamkan batang Mr. Bean seakan menggandeng batangnya menuju tempat tidurnya.
" Mmmhh..", desah Mr. Bean merasakan batangnya ditarik sambil mengikuti Anna. Mr. Bean seperti orang buta yang digandeng tongkat penunjuknnya, tapi yang digandeng oleh Anna bukan sembarang tongkat melainkan batang kemaluan Mr. Bean yang sudah mengeras.

Di sisi tempat tidur, Anna melepas gandengannya pada batang Mr. Bean dan duduk di sisi tempat tidur. Belum sempat Mr. Bean bergerak, Anna sudah mengulum batangnya dengan bibirnya. Dalam keadaan berdiri Mr. Bean berkali-kali mendesah keenakan,

" Ssshh, ahh.. Sshh".

Walau Anna sempat memainkan lidahnya juga, Mr. Bean sekuat tenaga menahan hasratnya dengan berusaha tidak terlalu larut dalam kenikmatan tersebut. Rupanya Mr. Bean mempraktekkan apa yang telah dipelajarinya.

Anna menyudahi kulumannya dan berbaring di tengah tempat tidur. Mr. Bean segera naik ke ranjang dan menempatkan kepalanya di selakangan Anna. Senyuman Anna bak undangan bagi Mr. Bean. Ia ganti mengulum liang kenikmatan Anna dengan lembut dan penuh perasaan. Kuluman bibir Mr. Bean membasahi liang kenikmatannya disambut dengan desahan pelan dari mulut Anna.

Dan ketika Mr. Bean menjulur-julurkan lidahnya pada saat mengulum, Anna merasakan sebuah perasahaan hebat disekujur tubuhnya hingga ia menjerit keenakan tanpa disadarinya,

" Ahh.. Ahh.. Oh.. Bean.. Ohh..".

Seluruh tubuh Anna bergerak-gerak belingsatan hingga kedua tangan Mr. Bean memegang kedua pinggul Anna menahannya. Dan lidahnya makin menjulur bergerak-gerak memasuki liang kenikmatan Anna makin dalam. Merasa tambah nikmat Anna berusaha lebih banyak bergerak dan semakin menggesekkan bibir dan lidah Mr. Bean pada kemaluannya. Mr. Bean pun menambah sedotan-sedotan pada kulumannya.

Tak ayal lagi, dalam beberapa saat kemudian Anna tak mampu menahan hasratnya lagi. Kedua tangannya menarik kepala Mr. Bean hingga Anna mengejang hebat disertai jeritan dan desahan kenikmatan,

"Aaahh..".

Bersamaan dengan itu mengalirlah cairan kenikmatannya dari dalam liang kenikmatan bercampur dengan air liur Mr. Bean mengisi pundi-pundi kepuasannya. Lalu Anna-pun terpejam dan terbaring lemas sambil menarik nafas dalam-dalam. Mr. Bean dapat melihat buah dada dan perut Anna bergerak ke atas ke bawah mengikuti alur nafasnya yang cepat sambil menyeringai puas.

Menunggu sebentar Anna yang sedang mengisi tenaganya kembali, Mr. Bean berbaring santai di sebelahnya sambil tetap menjaga batang kemaluannya agar tetap berdiri kokoh sebelum permainan utama usai. Beberapa menit kemudian dirasakan ciuman bibir Anna mendarat di pipinya. Kemudian Anna berbisik pelan di telinganya,

"Bean, aku mau cari tahu apakah batangmu senikmat lidahmu".

Belum sempat Mr. Bean menjawab, Anna sudah melakukan ciuman antar bibir yang dalam sambil bergerak naik ke perut Mr. Bean. Selakangannya yang masih basah menggeser-geser perut Mr. Bean maju mundur dan sesekali pantatnya menyentuh batang tonggak Mr. Bean.

Berhadapan dengan Mr. Bean dengan posisi diatas, Anna melepas ciumannya dari bibir Mr. Bean dan tangannya menggegam batang Mr. Bean dan mengarahkannya ke dalam liang kenikmatannya.

"Sebentar aku pakai kondom dulu", bisik Mr. Bean.

"Tak perlu sayang, aku ingin yang aslinya", cegah Anna sewaktu Mr. Bean akan bergerak.

"Tapi..", kata Mr. Bean yang terpotong oleh,"Ssshh.. Ahh..", desahan mereka berdua ketika bibir kemaluan Anna mulai menyentuh, membuka dan menaungi batang kemaluan Mr. Bean. Pelan tapi pasti seluruh batang kemaluan Mr. Bean masuk ke dalam liang kenikmatan Anna.

Awalnya Anna hanya menggerak-gerakkan pinggulnya pelan, tapi lama kelamaan makin cepat hingga ia berkeringat. Tak mau ketinggalan Mr. Bean juga ikut menggerak-gerakkan tubuhnya meskipun terbatas. Tak lama kemudian Anna mendekap Mr. Bean hingga buah dadanya saling menggesek dengan dada Mr. Bean. Anna mendesah sambi berbisik,

"Ssshh.. Bean aku tak kuat.. Ahh.."

Bersamaan dengan itu tubuh Anna kaku menegang dan tak bergerak lagi. Bermaksud mengikuti orgasme Anna, Mr. Bean makin cepat membuat gerakan naik turun. Tapi cairan dalam liang kenikmatan Anna sudah terburu keluar. Tubuh Anna-pun lemas lunglai diatas dekapan tubuh Mr. Bean. Meski begitu batang kemaluan Mr. Bean masih menancap keras dalam liang kenikmatan Anna.

Mr. Bean menggulingkan tubuh Anna ke samping sambil berusaha batang kemaluan tak lepas dari jepitan kemaluan Anna. Sekarang, Mr. Bean berhasil menempati posisi atas dan mengulum bibir Anna. Tapi Anna masih lemas dan tak membalas. Mr. Bean terus menciumi lehernya dan mulai mengulum telinganya. Kali ini Anna mulai terangsang kembali dan kedua tangannya menekan-nekan pantat Mr. Bean.

Seakan memperoleh tanda, Mr. Bean segera menggerakkan pinggulnya, naik-turun, kiri-kanan, putar kiri-kanan dan gerakan-gerakan lainnya. Sehingga gesekan hebat antara batang kemaluannya dengan dinding-dinding liang kenikmatan Anna membuahkan hasrat yang mendalam dan mengalir hingga ke ubun-ubun mereka berdua. Desahan demi desahan saling bersambut diantara keduanya.

Beberapa menit kemudian keduanya saling mengejang dan mengeluarkan hasratnya. Ledakan hebat dari batang kemaluan Mr. Bean menembus keluar menghujamkan cairan hangat ke dinding-dinding liang kenikmatan Anna yang paling dalam hingga Anna pun akhirnya ikut orgasme lagi.

Setelah itu mereka berdua terbaring lemas diatas ranjang dan tertidur hingga pagi hari. Ketika Mr. Bean mulai membuka kelopak mata, dilihatnya Anna memegangi dan memperhatikan batang kemaluannya yang sudah berdiri tegak sambil tersenyum padanya.

"Hi, kagum ya?", tanya Mr. Bean pada Anna dengan nada bangga dan sedikit sombong.

"Iya, ini mirip punyaku dulu, kurang lebih ukurannya juga sama seperti ini", kata Anna sambil memegang batang kemaluan Mr. Bean yang tiba-tiba jadi lemas.

Mr. Bean hanya dapat diam tak bersuara dengan mulut terbuka dan mata terbelalak serta mimik wajah bagai orang bodoh sambil menatap tubuh Anna yang masih bugil.

Tamat


Memperdaya artis idola

1 comments

Temukan kami di Facebook
Jay berjalan menyusuri lorong lokasi syuting. Ia adalah salah satu figuran dalam sinetron ini, yang berkisah tentang dunia kampus. Ketika ia melintasi sebuah ruangan berwarna kuning yang menarik perhatiannya, ia melongok ke dalam dan melihat ada kursi sofa kulit warna hitam dan meja kecil dengan kotak donat diatasnya. Disebelah kanan sofa tersebut terdapat lemari pakaian, dan disebelah kiri ada cermin panjang.

"Ooo..donat..!!" kata Jay dalam hati. Diambilnya beberapa buah, lalu disambarnya sebuah majalah dan iapun membaringkan diri di sofa tersebut. Tak beberapa lama iapun mengantuk dan tertidur di sofa tersebut.

Feby Febiola bergegas masuk ke dalam ruangan ganti pribadi yang disediakan untuknya dan suaminya, Bruce, yang berkebangsaan Perancis. Karena sibuknya shooting sinetron, Feby dan suaminya jarang mempunyai waktu luang untuk mereka, sehingga Bruce sering datang ke lokasi shooting agar bisa mendapatkan waktu untuk bercinta dengan Feby Febiola, istrinya yang cantik. Bagi Feby, Bruce adalah pria pertama dan satu-satunya yang pernah menikmati kemulusan tubuh Bintang Lux tersebut. Bruce sangat pandai dalam bercinta, dan hampir tiap kali membuat Feby merasakan nikmatnya sex. Bruce piawai menggunakan lidahnya, menyapu bibir vagina dan klitoris Feby, membuat istrinya itu menggelinjang dan merintih-rintih kenikmatan. Walaupun demikian, Feby tidak pernah mau mengulum penis Bruce, apalagi melakukan anal sex seperti yang sering diminta oleh pria Perancis itu.

Feby adalah tokoh utama dari sinetron ini, dimana ia memerankan seorang mahasiswi kembang kampus yang juga seorang cheerleader. Pada pengambilan gambar sebelumnya, ia menggunakan rok cheerleader yang tingginya 4 cm diatas lutut, sehingga mempertontonkan kemulusan pahanya, serta t-shirt putih ketat yang tak mampu menyembunyikan keindahan buah dadanya. Feby melihat bahwa "Bruce" (atau orang yang disangkanya sebagai Bruce) sedang tertidur lelap diatas sofa. "Kasihan..dia pasti lelah menunggu syuting. Aku harus memberikan alasan yang bagus agar dia terbangun. " pikir Feby. Feby pun kemudian membuka lemari pakaian untuk berganti.

Tepat pada saat itu, Jay terbangun, dan melihat bahwa ada orang sedang berganti pakaian. "Waduh..gawat!! " pikirnya. Ia kemudian melihat bahwa pintu kamar mandi terbuka, dan cepat-cepat ia masuk bersembunyi di dalamnya. Dari kamar mandi Jay kemudian mengintip keluar, dan ia tidak bisa mempercayai matanya.

Feby Febiola!! Bintang sinetron yang sering menghiasi mimpi-mimpi seksual Jay, kini sedang melepas pakaiannya satu persatu di hadapan mata pria itu. T-shirt ketat Feby Febiola sudah ditanggalkan, dan sekarang bintang cantik itu melepaskan BH-nya. Feby lalu mengagumi buah dadanya sendiri di kaca, buah dada yang bulat dan penuh, dengan puting yang kemerahan. Feby tahu bahwa Bruce-pun menyukai payudaranya, asal ia tidak terlalu keras meremas-remasnya, Feby senang dengan perlakuan Bruce pada buah dadanya itu. Sementara itu di kamar mandi, Jay tak henti-hentinya mengocoki kemaluannya melihat adegan telanjang Feby Febiola.

Lalu Feby mengenakan t-shirt tanpa bra, dan kembali ke dalam ruangan untuk menemui "Bruce". Tetapi didapatinya sofa tersebut kosong. "Kemana dia?" tanya Feby dalam hati. "Padahal aku ingin memberikan pelayanan untuknya"
Jay yang ada di kamar mandi sudah tidak kuat lagi menahan nafsunya. "Aku harus bisa meniduri Feby Febiola" katanya. Pelan-pelan ia keluar, dan mendekati Feby Febiola dari belakang. "Sekarang atau tidak sama sekali" tekad Jay. Ia memeluk Feby dari belakang dan mencium lehernya yang jenjang nan mulus.

"Oh..dari mana saja kamu..? Tanya Feby sambil kegelian ketika lidah Jay menyapu leher hingga belakang telinganya. Tangan Jay telah berada pada payudara bulat dan montok milik Feby. Ia seakan bermimpi ketika meremasi buah dada bintang pujaannya itu. Keindahan buah dada Feby Febiola mungkin hanya kalah dari Tamara Blezinski.

"Ooohh..Bruce.." Feby mendesah merasakan nikmatnya payudaranya diremas-remas oleh Jay. "Ayo sayang..aku sudah kepingin.." pinta Feby. Jay kemudian mendorong tubuh Feby hingga Feby berlutut di sofa, dan menarik turun celana dalamnya. Pantat Feby yang bulat indah itupun tampak di hadapan mata Jay, menyebabkan kemaluan Jay yang sudah tegang seakan mau meledak. Tanpa berlama-lama Jay membuka celananya sendiri dan segera menaruh kemaluannya di depan liang vagina Feby.

"Ooohh.." Desah Feby dan Jay bersamaan ketika penis Jay menembus liang vagina Feby Febiola. Jay dengan cepat menggenjot Feby doggie style. Liang vagina Feby masih rapat walaupun sudah setahun lebih menikah. Karena nafsunya sudah di puncak, Jay mulai merasakan penisnya berdenyut-denyut, siap menumpahkan air maninya dalam lubang kemaluan Feby. Dipercepatnya kocokan dalam kemaluan artis cantik itu, dan dalam sekejap Jay pun menumpahkan spermanya dalam kemaluan Feby Febiola. Tapi Jay terus memompa penisnya keluar masuk vagina Feby sehingga tak lama kemudian, Feby pun mencapai orgasme.

Feby terkapar lemas di sofa menikmati sisa-sisa orgasmenya setelah digarap Jay. Sperma Jay sebagian mengalir keluar dari vaginanya. Tapi Jay sepertinya belum puas karena penisnya kembali mengeras.
"Dia cantik sekali!!" seru Jay dalam hati. Iapun berkeinginan untuk merasakan jepitan payudara Feby yang montok itu. Matanya mencari-cari di sekeliling dan ia menemukan sehelai selendang yang kemudian diambilnya. "Ini harusnya cukup" pikirnya. Ia lalu menutup mata Feby Febiola dan membalikkan tubuh mulus artis pujannya itu. Jay kemudian meremas-remas payudara Feby dengan lembut. Kemudian ia menciumi bongkahan payudara yang montok itu. Feby menggelinjang-gelinjang kegelian: " Ooohh..Bruce.." rintih Feby manja.

Jay kemudian mengangkangi tubuh Feby dan meletakkan penisnya yang sudah tegang itu di belahan dada montok yang selalu dimimpikannya. Feby menekan kedua buah dadanya sehingga penis Jay terjepit erat ditengah. Jay tidak membuang waktu dan segera memaju mundurkan penisnya di tengah jepitan payudara Feby. Dalam sekejap penis Jay memuntahkan sperma yang mengalungi leher jenjang Feby. Dengan tiba-tiba Jay memasukkan penisnya kedalam mulut Feby tepat ketika penisnya menyemprotkan muntahan sperma kedua. Mau tak mau Feby Febiola menelan sperma Jay dan membuat bintang film cantik itu ingin muntah. Seumur hidup belum pernah ada kemaluan lelaki, bahkan suaminya sekalipun, yang masuk ke mulutnya. Kini ia harus menelan spermanya pula.

Feby cepat-cepat bankit berdiri berusaha memuntahkan sperma di mulutnya. Namun Jay menangkap tubuh mulus Feby dan melempar kemabli ke sofa. Jay kemudian menunggingkan Feby sehingga pantatnya yang padat itu terangkat ke atas. Ia kemudian menyibakkan belahan pantat Feby dan menaruh ujung penisnya di depan anus perawan Feby Febiola.

"Bruce!! Jangan!! Kamu kan tahu saya tidak mau..AAHH!!" Feby Febiola menjerit keras kesakitan ketika anusnya ditembus oleh penis Jay. Lubang pantatnya yang sempit dan masih perawan itu diperkosa dengan kasar oleh Jay.

"KELUARKAN BRUCE!! SAKIITT!! OOHH!! " Feby berteriak-teriak merasakan anusnya robek oleh kemaluan Jay. Wanita cantik itu menangis sambil meremasi sofa tempat ia digagahi melalui anus oleh "suaminya". Tak lama kemudian, Jay memuntahkan spermanya dalam lubang anus Feby.

"Ooohh..Bruce..kamu tega sekali.." tangis Feby kesakitan. Darah bercampur sperma mengalir keluar dari liang anus Feby yang baru saja diperawani Jay. Jay kemudian mengambil celana dalam Feby. Diusapnya darah dan sperma dari pantat bintang Lux yang cantik itu dengan celana dalamnya. Dan kemudian Jay pun keluar meninggalkan kamar Feby Febiola dengan senyum kepuasan.

Tamat


Lara Croft - In deep forest of borneo - 2

0 comments

Temukan kami di Facebook
Vincent menekan tombol dibagian belakang salib besar itu dan tiba-tiba saja salib itu bergerak memutar turun dan kemudian bergerak lagi membawa tubuh Lara diatasnya berada dalam keadaan terbaring terlentang sekarang. Belum sempat Lara sadar dari kagetnya, tiba-tiba dia telah ditindih oleh Vincent yang lansung menggerayangi tubuh telanjangnya. Dirasakan kuluman Vincent pada kedua puting susunya yang berukuran ekstra besar itu. Putingnya yang berwarna coklat muda kini berdiri mengeras dan hal itu semakin membuat Vincent semakin bernafsu untuk mengulum dan menyedot puting itu. Vincent menggigit kecil ujung-ujung puting Lara dan semakin membuat Lara melayang tinggi oleh rasa geli sekaligus nikmat.

Vincent segera mengambil posisi untuk menyarangkan kontolnya ke gundukan bukit kecil Lara. Bibir vagina yang merekah indah itu diusap dengan pelan menggunakan kontolnya. Tanpa sadar Lara memejamkan mata dan mendesah pelan kepada Vincent.

"Ayo cepat sodok memekku.."
"Tenang Bitch!! Sebentar lagi kau akan merasakan kenikmatan kontolku ini.." Selesai mengatakan hal itu, Vincent segera melesakkan kontolnya ke dalam vagina Lara yang segera menyongsong masuknya kontol itu dengan goyangan erotis.

Vincent merasakan kontolnya seperti dijepit oleh dinding lunak yang seakan dapat menarik semua urat-urat penisnya. Penetrasi maju dan mundur yang dilakukan Vincent dengan cepat membuat Lara merem melek dan sesekali menjilati bibirnya dengan ujung lidahnya.

Keterbatasan tempat yang hanya mengandalkan balok salib besar itu membuat keduanya tak leluasa melakukan permainan panas itu. Vincent hanya dapat menyetubuhi Lara dalam satu posisi saja. Peluh membasahi punggung Vincent yang dihiasi tato naga yang tengah marah. Tangan Vincent yang tak berhenti meremas payudara Lara dan menarik pelan ujung pentilnya semakin menghasilkan desahan keras dari Lara. Salib besar berbentuk huruf X ini memang membuat kaki Lara selalu terbuka lebar. Vincent menghentikan sosokannya dan sekarang berdiri dengan kontolnya yang tegak menghadap tepat di depan vagina Lara. Hanya dengan satu dorongan frontal Vincent kembali membenamkan meriamnya ke lubang surgawi Lara yang seakan tidak pernah puas dan tak kenal lelah untuk menerima segala kenikmatan dunia.

"Akh.. Akh.. Teruuss.. Teruuss jahanaam.." Desah lirih Lara menambah semangat Vincent untuk terus mengebor ke dalaman vagina lara.
"Lebih ceepet.. F**k Me Harder!!" Seiring dorongan Vincent pantat Lara pun ikut bergoyang membentuk suatu rangkaian irama yang sinkron.

Sementara itu, Dickhead yang tersingkirkan oleh Vincent DeGaule dari tadi juga tak pernah sedetikpun melepaskan pandangan matanya ke arah dua manusia yang meskipun saling membenci tetapi takluk dalam kekuasaan nafsu birahi yang menggelora. Dickhead mengocok kontolnya sendiri bergantian antara tangan kanan dan kirinya. Tak tahan hanya menjadi penonton, Dickhead memberanikan dirinya untuk melangkah mendekati balok tersebut. Masih dengan tangan yang mengocok kontolnya, dia berdiri disamping kiri Lara yang masih terayun dalam cengkeraman api nafsu. Mata Dickhead menatap nanar ke dua bukit montok yang terayun-ayun kesana kemari karena mengikuti goyangan pinggul pemiliknya. Dengan tangan kanannya ia mengusap puting susu kiri Lara. Menyadari bahwa tidak terjadi reaksi dari Vincent yang asyik berperang urat kemaluan dengan Lara, Dickhead semakin memperlebar daerah jajahannya dan kini bukan hanya dengan tangan saja tetapi kontolnya kini diusapkan ke susu Lara. Mulut Lara yang sedikit ternganga sambil terus mendesah menimbulkan keinginan Dickhead untuk disepong oleh Lara. Perlahan dan dengan sedikit perasaan khawatir akan kemungkinan kontolnya digigit oleh Lara, Dickhead melakukan gerakan memoles seputar bibir Lara dengan kontolnya yang masih tegang menunggu perintah tuannya.

Lara yang semakin terbang dalam kenikmatan tentu tidak menyia-nyiakan momen ini. Dengan ujung lidahnya dia berusaha menggapai kepala kontol Dickhead yang mengusap halus kesana kemari. Menyadari bahwa dirinya diberi angin oleh Lara, akhirnya Dickhead memberanikan diri untuk memasukkan batangan daging itu ke dalam mulut Lara yang langsung disambut dengan kuluman dan sedotan maut milik Lady Croft. Dickhead mengelinjang dan napasnya semakin memburu kencang. Jantungnya berdegub makin kencang ketika dirasakan sensasi nikmat tak terkira sewaktu sedotan Lara yang memilin dan menjilati serta menggigit pelan batangannya itu. Sepongan Lara semakin bertambah cepat pula seiring dorongan Vincent yang rupanya hampir mencapai puncaknya.

Dickhead tak tahan lagi, kumpulan lahar panas yang dari tadi terkumpul akhirnya ditembakkan juga ke dalam mulut Lara. Sekitar 6 kali tembakan lahar panas ke dalam mulut Lara segera dijilati dan ditelan oleh Lara. Belum sempat tertelan semua, tiba-tiba Vincent mengerang dengan keras sambil terus membetot meriamnya dari dalam benteng Lara.

"Akh.. Eat this!!" Serunya ketika dirasakan semprotan cairan panas yang menyerbu keluar dari meriamnya ke dalam vagina Lara.

Lara bergumam tak jelas ketika merasakan semprotan panas yang melesak didalam memeknya. Beberapa tembakan lahar Vincent yang dilakukan di dalam memeknya ditambah sperma Dickhead yang belum sempat tertelan semua semakin membuat gumamannya tidak jelas. Yang jelas dari lirikan matanya dilihat Vincent dan Dickhead terduduk lemas sambil bersandar di balok besar setelah mengalami orgasme.

Vincent yang terlebih dahulu berdiri diikuti oleh anak buahnya dan mereka segera memungut pakaian mereka yang berserakan di lantai ruangan. Belum selesai Vincent mengancingkan bajunya, tiba-tiba mereka semua dikejutkan oleh suara pintu yang didobrak dari luar. Bersamaan dengan itu, dari arah pintu masuk berhamburan beberapa anak buah Vincent dalam keadaan berlumuran darah. Belum sempat menguasai keterkejutannya, terdengar berondong senapan mesin yang langsung menyambar para pengawal Vincent yang seketika itu pula menemui ajalnya masing-masing. Dickhead yang baru terpikir untuk mengambil belati di dekatnya tiba-tiba tersungkur jatuh dengan sebatang anak panah yang menancap di kepalanya.

Tepat di belakangnya berdiri sesosok tubuh tegap bertelanjang dada dengan sebilah busur panah bermotif Dayak di tangan kirinya.

"Demosh, cepat bebaskan Lara!!" Terdengar perintah dari sosok di pintu masuk.

Dengan senapan mesin terkokang ditangannya, Mary Ann berjalan masuk menyeruak ke dalam ruangan bawah tanah itu yang kini menyisakan dirinya, sosok lelaki yang dipanggil Demosh, Lara yang masih terikat di salib besar, Vincent DeGaule serta mayat-mayat anak buahnya. Demosh memungut belati dekat mayat Dickhead dan langsung melepaskan ikatan Lara. Sesaat setelah terlepas sepenuhnya dari ikatannya, Lara langsung memeluk Demosh dan mendekapnya dengan erat. Demosh sedikit terkesiap karena dirasakan dada Lara yang telanjang bersentuhan dengan dada telanjangnya. Dirasakan puting Lara yang masih mengeras dan tumpukan daging lunak yang membangkitkan selera. Segera dibuang jauh-jauh pikiran kotornya dan kemudian langsung berseru ke Mary Ann.

"Mary Ann, tembak saja jahanam itu!!" serunya dengan tatapan penuh dendam ke arah Vincent.
"Tidak segampang itu Demosh!" Balas Mary Ann sambil tetap menodongkan senapannya.
"Dia tidak layak untuk mati sedemikian mudahnya. Akan kusiksa dia sebelum kutembak."
"Jangan.. Mohon jangan bunuh aku.. Akan kuberikan semua kekayaanku asal kalian bersedia mengampuni nyawa hinaku ini.." Ratap Vincent kepada kumpulan malaikat maut yang siap mencabut nyawanya.

Lara berjalan menghampiri Vincent yang kini terpekur dengan sekujur tubuh gemetaran dan berkeringat dingin.

"Enak saja kau berkata begitu. Kami tidak akan membunuhmu, tapi akan kami bawa ke mahkamah internasional yang akan segera mengganjarmu dengan hukuman penjara seumur hidup atas segala perbuatanmu." Katanya kepada Vincent.
"Benar. Kau akan segera mempertanggungjawabkan perbuatan kejimu selama ini", Timpal Mary Ann lagi.

Lara menatap ke arah Mary Ann. Seorang gadis putih berambut pirang asal Texas yang bersama Demosh menyertainya dalam menumpas komplotan DeGaule. Gadis cantik yang mempunyai potongan tubuh sangat proporsional dengan dada dan pinggul yang dipastikan akan membuat semua pria menelan ludah ketika bertemu dengannya.

Sementara itu, Demosh mengumpulkan bekas tali yang tadi dipakai untuk mengikat Lara dan kini diikatkan ke sekujur tubuh Vincent DeGaule yang telah tak berkutik.

"Tunggu dan nikmatilah kebebasanmu yang akan segera berakhir" senyum sinisnya dilemparkan ke arah Vincent.

Setelah selesai mengikat Vincent dibalok salib itu, Demosh segera bergabung dengan 2 temannya.

"Bagaimana keadaanmu Lara?" Tanyanya kepada Lara yang masih telanjang bulat.
"Aku baik-baik saja. Mereka tidak menyakitiku malahan memberiku sedikit hiburan kecil tadi"
"Dasar Lara, dalam keadaan begini saja masih sempat mikir begituan" Timpal Mary Ann.

Lara hanya tersenyum dan kembali bertanya, "Bagaimana kalian bisa selamat dari kecelakaan itu?"
"Ceritanya panjang Lara. Akan kuceritakan bila kita keluar dari Gunung ini" Jawab Demosh.
"Benar. Sekarang lebih baik kita hubungi polisi hutan untuk membereskan komplotan cecunguk ini" Tukas Mary Ann kembali sambil bergegas ke arah pintu disusul Lara dan Demosh.

Ruangan Kantor DeGaule

06.18 WIB

Lara menatap jam yang tergantung di dinding dalam ruangan yang sepertinya merupakan kantor tempat Vincent DeGaule melaksanakan semua kegiatan terorismenya. Meja yang berantakan serta telepon satelit serta seperangkat komputer yang terhubung dengan internet tentu sangat membantu operasional komplotan ini.

"Kau yakin tidak memerlukan baju ataupun sesuatu untuk menutupi tubuh telanjangmu itu, Lara? Aku takut nanti kau kedinginan." Tanya Mary Ann.
"Aku baik-baik saja Mary Ann. Justru aku menikmati kondisi ini. Dengan tubuh telanjang kau akan dapat lebih meresapi alam ini."
"Meresapi alam? Kau ini aneh sekali, Lara" Timpal Mary Ann sambil tertawa.
"Dimana Demosh?" Tanya Lara sambil celingukan mencari Demosh.
"Dia dibawah sana membantu polisi dan petugas dari Dinas Kehutanan untuk membereskan komplotan ini."
"Sudahkah kau menghubungi Markas Besar CTU untuk menjemput kita disini?" Tanya Lara.
"Yup. Helikopter mereka sedang dalam perjalanan kemari"
"Oh ya Lara, sebenarnya dimana kau simpan Mandau Emas itu" Tanya Mary Ann penasaran.
"Mandau itu tidak pernah ada Mary Ann. Itu hanya isapan jempol belaka. Seandainya Mandau Emas itu ada, kurasa lebih baik kita membiarkannya dalam legenda masyarakat saja. Jauh lebih baik daripada harus jatuh ke tangan pihak yang salah mengingat kemampuan magisnya yang luar biasa."
"Aku setuju denganmu dalam hal ini.",
"Sebelum aku lupa, aku mau bilang terima kasih kepada kau dan juga Demosh. Tanpa kalian aku rasa memekku masih dijeboli oleh kontol Vincent dan Dickhead sampai sekarang"
"Bukannya kamu menikmatinya?" Mary Ann tertawa ketika mengatakan hal itu.
"Iya sih, cuma aku lebih membayangkan bercinta dengan kau dan Demosh di ranjang empuk di LA daripada di tengah hutan seperti sekarang" Lara ikut tertawa menimpali Mary Ann yang sudah terlebih dahulu tergelak dangan canda Lara.

Sementara pagi yang semakin menyingsing di hutan Kalimantan, suara kicauan burung-burung di pagi itu terkoyak oleh raungan suara baling-baling helikopter milik CTU (Counter Terorist Unit) yang diperintahkan untuk menjemput Lara dan teman-teman. Selepas helikopter itu berlalu dan suaranya tak terdengar lagi, hutan kembali tenang dan segala aktivitasnya kembali berjalan seakan melupakan apa yang telah terjadi beberapa jam sebelumnya. Canda para penghuni hutan dan riak air sungai yang mengalir mengantar Lara Croft dalam menuntaskan petualangannya di Hutan Kalimantan.

*****

Sekian petualangan Lara Croft kali ini. Sampai jumpa di cerita lainnya.

Tamat


Lara Croft - In deep forest of borneo - 1

0 comments

Temukan kami di Facebook
Lara menghela napas panjang. Raut wajahnya menunjukkan kelelahan yang amat sangat. Setelah 2 jam berjuang untuk mendaki bukit terjal dalam malam yang mencekam dan di tengah hujan gerimis yang seakan tiada pernah menunjukkan tanda-tanda untuk reda. Masih jelas dalam ingatannya kecelakaan mobil yang baru saja dialami beberapa jam yang lalu. Ban mobil yang tertembak oleh peluru yang dilontarkan salah satu anak buah Vincent. Beruntung Lara dapat keluar dari Jeep tersebut sebelum jatuh terguling di jurang yang terjal dan licin akibat guyuran hujan. Lara memang berhasil menyelamatkan diri namun dia belum mengetahui nasib dua temannya yaitu Mary Ann dan Demosh yang menyertainya dalam petualangan ini.

Lara menyeka wajahnya yang mulus dengan ujung kaos ketatnya yang kini telah basah dan terasa lengket di badannya. Kaos yang robek di beberapa bagian termasuk di bagian dada kirinya sehingga menampakkan kulit dada montoknya yang kotor tersapu debu dan tanah sewaktu mendaki tadi. Puting susunya tercetak dengan jelas tidak dirisaukan lagi karena yang ada dalam pikirannya kini hanyalah bagaimana menemukan jalan untuk dapat keluar dari Gunung ini tanpa tertangkap oleh musuh-musuhnya yang dapat dipastikan masih berpatroli untuk dapat menangkap Lara dalam keadaan hidup maupun mati. Direbahkan tubuhnya yang padat berisi di hamparan rumput sambil memijit urat pahanya yang kini berdenyut pelan akibat kelelahan. Pikirannya melayang kembali di saat kejadian, masih terngiang jelas di telinganya teriakan Mary Ann dan Demosh sebelum keduanya terguling bersama mobil Jeep yang mereka tumpangi ke tebing terjal di beberapa ratus meter di bawah.

Belum sempat beristirahat sejenak, tiba-tiba Lara dikejutkan oleh suara tembakan dari sisi kiri tempat dia berbaring dan dengan gerak reflek yang cepat dia segera berguling ke arah sebaliknya. Tetapi segera pula dia sadar bahwa di pangkal paha kirinya telah tertancap sejenis jarum dengan bulu warna warni di ujungnya. Perlahan dirasakan tubuhnya semakin ringan dan melemah dan matanya seakan tidak mampu menahan rasa kantuk yang amat sangat. Apa yang dilihat dari sela-sela kelopak matanya sebelum terkatup rapat adalah tubuh-tubuh besar dengan teriakan-teriakan yang tidak dimengerti olehnya berlarian menghampiri dirinya yang kini telah terkulai lemas akibat tertembak jarum yang mengandung obat bius.

Ruangan Bawah Tanah, Markas Komplotan Vincent DeGaule

03.24 WIB

Guyuran air yang dingin menyadarkan Lara dari pengaruh obat biusnya. Segera Lara terbangun dan pada saat yang sama pula dia mendapati dirinya terikat di salib besar berbentuk huruf X yang terbuat dari kayu. Kedua tangannya terikat dengan tali tambang yang erat dan kasar sementara kedua kakinya yang berada dalam posisi terbuka lebar juga mengalami hal yang sama dengan tangannya.

"Bangun!! Dasar pelacur murahan!!" Terdengar teriakan membahana dari arah depannya.

Lara mendongakkan sedikit kepalanya untuk mencari tahu pemilik suara tersebut. Matanya mendapati sesosok tubuh tegap bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana cawat saja. Tangan kirinya memegang sebuah ember kosong sementara tangan kanannya mengusap kepalanya yang botak. Sambil menyeringai dia kembali berteriak keras:

"Hei pelacur!! Ayo bangun!!"

Lara tidak menggubris si Botak itu, dia lebih berkonsentrasi pada kepalanya yang masih terasa berat dan seakan tidak mampu untuk mendongak lebih lama lagi.

Tiba-tiba dia merasakan rambut panjangnya yang terurai dijambak dengan kasar oleh si Botak yang rupanya kesal karena dicuekin.

"Kau jangan berlagak macam-macam disini!! Nasibmu sepenuhnya berada di tanganku sekarang!! Apa yang bisa kau lakukan dalam keadaan tersalib seperti sekarang??!!"

Lara tetap diam membisu. Pikirnya, lebih baik menyimpan tenaga daripada harus melayani pertanyaan-pertanyaan bodoh dari si Botak. Tapi ternyata si Botak bukan tipe orang yang sabar. Tiba-tiba saja tangan kirinya melayang dan mendarat di pipi kanan Lara.

Plaak!! Tamparan keras itu membuat Lara sedikit berteriak kesakitan.

"Kau suka itu?? Hah??!! Ayo jawab!!"

Plaak!! Kembali pipi kiri Lara menerima tamparan yang sama, kali ini bahkan lebih keras dari sebelumnya.

"Apa maumu Botak jelek??!!" Lara tak tahan untuk diam kali ini.
"Aku mau kau menunjukkan Mandau Emas yang kau curi dari kami" Jawab Botak dingin.
"Kalau kau mau tahu tempat mandau itu, lebih baik kau bunuh saja aku, mandau itu lebih berharga daripada harus jatuh ke tangan penjahat-penjahat terkutuk seperti kalian!!"
"Grr..!!" si Botak menggerutu geram sambil menjambak rambut Lara lebih keras.
"Aku akan membuatmu menderita untuk membayar akibat perbuatanmu ini!!"

Setelah berkata demikian, dia kemudian melepaskan tangannya dari rambut Lara. Sebelum Lara sempat bernapas lega, si Botak merobek kaos ketatnya dan dan satu tarikan saja kaos itu robek menjadi 2 bagian besar dan menampakkan tubuh dan sepasang dada montok Lara yang tergantung dengan bebasnya seakan lega terlepas dari himpitan kaos ketat selama ini.

"Apa maumu jahanam??!!" jerit Lara ke si Botak.

Tanpa berkata sepatah katapun, kembali tangan si Botak beraksi untuk melepas celana mini jeans Lara dengan bantuan sebilah belati combat. Tanpa kesulitan berarti, mini jeans itu terlepas dengan sekali betot saja.

Seulas senyum puas tergambar di wajah si Botak menyaksikan pemandangan indah di depan matanya. Tubuh telanjang Lara yang kini tergantung di salib itu membuat nafsu birahi si Botak menggelora. Tanpa menghiraukan sumpah serapah Lara, segera dia mendaratkan jilatan lidahnya ke puting susu Lara bergantian dari kiri ke kanan. Kedua tangannya sibuk bergerak antara meremas susu besar Lara ataupun mengusap vagina Lara. Sesekali jari tengahnya menyodok ke dalam lubang kenikmatan Lara dan membuat Lara mendelik, melotot dan menyumpahi si Botak dengan derasnya. Tapi tak dapat dipungkiri, perlahan-lahan dua puting susunya mengeras karena terangsang oleh jilatan dan remasan si Botak apalagi disertai dengan permainan tangan dan jari si Botak di clitorisnya.

Entah sadar ataupun tidak, justru Lara kini mendesah pelan dan napasnya semakin memburu cepat. Tidak lagi terdengar sumpah serapah dari mulutnya melainkan yang terdengar kini hanyalah suara napas yang saling susul menyusul antara Botak dan Lara. Jilatan dan kuluman Botak berpindah daerah. Setelelah puas 'mengepel' susu Lara, kini dia mengalihkan daerah operasinya ke arah perut Lara yang atletis. Perlahan tapi pasti lidahnya bergerak ke arah vagina Lara yang bersih tanpa ditumbuhi bulu apapun. Rongga dalam liang surga Lara seakan bergolak dahsyat ketika ujung lidah Botak menjilati tiap milimeternya. Sementara ujung lidahnya beroperasi, tangan kiri Botak tidak alpa untuk meremas sepasang susu yang tergantung dengan anggun serta tak lupa pula dia memilin puting susu yang berdiri tegak seakan menanti tak sabar menunggu untuk dikulum. Saat Lara semakin melayang tinggi oleh kenikmatan saat itu, tiba-tiba terdengar teriakan keras membahana dalam ruangan bawah tanah tersebut.

"Dickhead!! Apa yang kau lakukan!!"

Si Botak menghentikan agresinya dan memalingkan muka ke arah pintu masuk. Didapatinya sesosok tubuh kurus tinggi dengan rambut panjang yang terurai awut-awutan. Mata yang menatap tajam ke arahnya membuat Botak mundur dan menunduk tanpa berani berkata sepatah katapun.

"Dasar bodoh!! Aku tak pernah memerintahkan kau untuk melakukan ini terhadap wanita jalang ini!! Kau harus membayar mahal perbuatanmu ini!!"

Si Botak semakin ketakutan dan hanya bisa berkata pelan, "Ma.. Maaf Bos Vincent.. A.. Aku hanya berusaha membuatnya memberitahukan kita letak mandau itu"
"Diam kau!! Aku tak menyuruhmu membuka mulut!!"

Vincent berjalan mendekati Lara yang terengah-engah menahan nafsu birahinya yang terinterupsi oleh kehadiran bos komplotan ini. Semakin dekat jarak antara mereka berdua membuat Lara dapat melihat dengan jelas sosok Vincent DeGaule, penjahat dan buronan internasional atas kejahatan dan aksi-aksi terorisme yang dilakukan di berbagai belahan dunia. Sosok tinggi dan kurus dengan wajah yang sangat mengerikan, matanya yang melotot besar menyembul dari wajah tirusnya. Bekas luka di pipi kanannya sepertinya terlalu dalam untuk dapat dihilangkan dan sekarang menjadi salah satu dari atribut untuk menambah kengerian wajahnya.

"Jadi inilah Lady Lara Croft yang terkenal itu" Katanya sembari tersenyum sinis ke arah Lara.
"Apa yang kini nona jagoan bisa lakukan selain tersalib telanjang dengan keadaan dikuasai nafsu seperti ini?" Tanyanya lagi.

Lara diam seribu bahasa dan menatap penuh kebencian dan dendam ke Vincent yang nampaknya sangat menikmati kemenangannya ini. Tiba-tiba saja Vincent tertawa keras sambil setengah berteriak ke si Botak yang sejak tadi berdiri mematung di sudut ruangan.

"Dickhead!! Sini kau!! Aku punya tugas untukmu!!"

Dickhead segera mendekat sambil tetap menundukkan kepala botaknya.

"Buka celanamu!!" perintah Vincent yang langsung dilakukannya tanpa bertanya lagi.
"Dengar baik-baik, Nona Lara Croft adalah tamu kita dan sebagai tuan rumah yang baik, kita harus melayani tamu kita yang terhormat ini sebaik mungkin. Dan dalam hal ini, sepertinya Nona Lara sedang dalam keadaan horny berat oleh karena itu adalah tugas kita untuk memuaskan nafsunya ini. Kau mengerti maksudku, Dickhead??!!"
"Aku mengerti Tuan Vincent" Jawab Dickhead yang segera menghampiri Lara.

Lara dapat melihat "pistol" Dickhead yang entah sejak kapan telah berada dalam keadaan terkokang dan siap tempur. Kontol hitam yang berdiri tegak seakan telah siap menyongsong tubuh Lara. Tanpa banyak basa-basi lagi, Dickhead kembali beraksi dengan tangan, mulut dan lidahnya di tubuh telanjang Lara yang kini kembali merasakan kenikmatan yang tadi sempat tertunda sejenak. Lara menggelinjang nikmat ketika ujung lidah Dickhead kembali menyapu daerah memeknya yang berangsur-angsur basah oleh cairan pelumas yang dihasilkan memeknya yang semakin membuka lebar mempersilahkan kontol Dickhead untuk masuk.

Seakan mengerti dengan kemauan Lara, Dickhead berdiri sejajar dengan posisi Lara dan sambil tetap meremas susu Lara dengan tangan kiri sementara tangan kanannya memegang kontolnya dan menuntun Mr. Dickhead Junior untuk masuk ke lubang surga milik Lara. Tanpa mengalami kesulitan berarti dikarenakan vagina Lara yang telah basah. Kontol Dickhead bergerak maju dan mundur merangsek ke dalam rongga vagina Lara yang membuat Lara mendesah tak karuan. Sementara Dickhead asyik menservis Lara, Vincent hanya berdiri diam dan menyaksikan adegan di depan matanya sambil tersenyum tipis. Lama kelamaan rupanya Vincent tak kuat juga menahan nafsunya yang kini timbul karena pemandangan indah yang terpampang jelas. Dia segera melepas baju dan celananya dan dengan setengah berlari kemudian menghampiri keduanya.

"Awas kau, minggir!!" Teriaknya sambil mendorong Dickhead menjauh dari Lara.

Bersambung . . .


Kisah puteri keraton Singosari

0 comments

Temukan kami di Facebook
Siang itu tampak rombongan pemburu berkuda tengah berkeliaran dilereng Gunung Arjuna. Rombongan itu terdiri dari dua orang gadis cantik dan empat orang prajurit pengawal. Dua orang gadis itu adalah Putri dari Kerajaan Singosari. Dua orang putri ini sudah sangat terkenal kecantikannya sampai ke pelosok negeri.

Apalagi putri yang pertama, yaitu Putri Tribuana Tungga Dewi yang berumur 19 tahun. Putri Tribuana memiliki bentuk tubuh tinggi semampai dengan buah dada yang sedang ranum-ranumnya. Wajahnya agak lonjong dengan bibir tipis yang menggairahkan, serta mata yang bening dan hidung yang mancung. Rambutnya yang lurus dan panjangnya sampai punggung. Putri Tribuana memakai celana panjang berwarna hijau, sementara dipinggangnya melilit kain sebatas lutut yang sangat indah. Banyak sekali pangeran-pangeran dari kerajaan tetangga yang tergila-gila dan berusaha melamar, tapi Putri Tribuana selalu menolaknya. Putri yang satu adalah adik dari Putri Tribuana yang bernama Putri Ayu Pualam.

Putri Ayu baru berusia 15 tahun, tapi kecantikannya tidak kalah dengan kakaknya. Kulitnya putih mulus seperti susu, dengan buah dada yang tidak begitu besar, tapi sudah terlihat menonjol. Wajahnya selalu ceria dengan bibir mungil yang selalu tampak basah kemerah-merahan. Putri Ayu Pualam tampak anggun duduk diatas kuda sambil tangannya memegang busur dan anak panah. Dua orang putri kerajaan itu memang gemar sekali berburu dan berpetualang. Kalau sudah berburu kadang sampai berhari hari.

Kali ini rombongan Tuan Putri tampak masuk jauh ke dalam hutan di lereng Gunung Arjuna. Kedua putri itu tampaknya penasaran dengan sepinya binatang buruan. Tidak sadar bahwa hutan semakin lebat dan gelap. "Tuan putri, maafkan hamba, tampaknya hari menjelang gelap, sebaiknya kita segera mendirikan tenda, agaknya kita terpaksa menginap di hutan ini." seorang prajurit berkata sambil jongkok menyembah. "Baiklah, agaknya kita harus menginap di sini Nimas Ayu." Putri Tribuana memandang adiknya. Putri Ayu Pualam hanya mengangguk, lalu meloncat turun dari kudanya.

Malam itu Kedua putri itu tidur dalam satu tenda, sementara di luar tampak para prajurit berjaga secara bergiliran. Tanpa mereka ketahui, dari jauh tampak beberapa pasang mata mengawasi mereka. Mereka adalah para perampok yang kebetulan juga menginap di hutan itu, jumlah mereka 4 orang. Yang paling depan tampaknya pemimpin mereka, tubuhnya tinggi besar, mukanya penuh brewok dan cambang yang tidak terurus.

"Siapa mereka kakang? kayaknya putri keraton. Wadoh.. doh.. dooh ..cantik-cantik lagi."
"Hmm.. kalau dak salah, mereka itu dua orang putri dari Singosari yang sangat terkenal kemolekannya itu." Si brewok bergumam.
"He..he..he.., malam ini kita akan pesta"
"Hah.. Gila kau, Kang! Kalau benar dia putri dari Singosari, sama saja kita cari penyakit. Sang Prabu Singasari pasti akan sangat marah, dan memerintahkan pasukannya untuk membunuh kita".
"Ah, goblok!! kita kan bisa lari ke Kediri, pasukan Singasari tidak akan berani mengubek-ubek Kediri. Atau kemanalah, pokoknya tidak di Singasari."
"Iya Kang, kapan lagi kita bisa menikmati tubuh putri keraton yang sudah sangat terkenal kecantikannya itu." Perampok yang lain menyahut sambil jakunnya turun naik.

Akhirnya keempat perampok itu sepakat. Maka disusunlah rencana. Keempat prajurut pengawal itu harus dibunuh dulu dengan serangan mendadak yang dilakukan bersamaan. Satu orang membunuh satu prajurit. Keempat perampok itu mempunyai ilmu kanuragan yang lumayan, dengan ilmu meringankan tubuh mereka dengan hati-hati mendekat dengan menyelinap diantara rimbunan semak dan batang pohon. Si brewok memberi isyarat, maka serentak keempat perampok itu dengan golok terhunus menerkam prajurit pengawal itu.

"Wuut.. wuut.. creess.. creess" Dua orang prajurit yang sedang tidur tanpa kesulitan mereka tebas batang lehernya sampai putus. Sementara dua orang prajurit yang sedang berjaga sempat memberikan perlawanan. Tapi akhirnya mereka roboh juga dengan perut robek dan dada tertembus golok.

"Hei, pengawal. Apa yang terjadi di luar?" Putri Tribuana dan Putri Ayu Pualam meloncat keluar sambil membawa pedang.

Tapi begitu sampai di luar tenda, Putri Tribuana ditubruk oleh dua orang perampok hingga jatuh terguling. Putri Tribuana menjerit, sementara pedangnya terlepas dari tangannya. Perampok itu mendekap tubuhnya dari belakang dengan sangat erat.

"Aduhh, hei.. lepaskan!! Apa kalian tidak tahu kami adalah putri dari kerajaan Singasari!!"

"Heh.. heh.. heh.., siapa yang tidak tahu bahwa paduka adalah putri dari Singasari. Tapi justru itu kami ingin sekali mencicipi bagaimana rasanya bersetubuh dengan putri keraton. Wuaahh.. pasti nikmat sekali.. waduuh.. nggak sabar aku heh.. heh.. heh."
"Kalian gila!! Kalian bisa disiksa dan dipancung kalau kalian tetap nekat."
"Heh.. heh.. kami rela dipancung kok, asal bisa menikmati tubuh tuan putri." kata perampok yang satu sambil tangannya secara kurang ajar meremas-remas payudara Putri Tribuana yang masih tertutup baju.

Sementara perampok yang mendekapnya berusaha mencium pipi sang putri yang putih mulus itu dari belakang.

"Bangsat!! Lepaskan aku, lepaskan!!" Putri Tribuana meronta-ronta.

Biarpun sang putri meronta-ronta sekuat tenaga, tapi tetap saja tenaganya kalah kuat. Akhirnya Putri Tribuana lemas sendiri. Seorang perampok memasukkan tangannya ke dalam baju sang putri, tangannya yang kasar menemukan gundukan kenyal dengan puting ditengahnya.

"Woouu.. kenyal sekali susunya, masih kenceng lagi." perampok itu dengan gemas meremas-remas payudara Putri Tribuana.

Sementara nasib Putri Ayu Pualam tidak jauh berbeda. Sang Putri sudah tidak berdaya dalam dekapan kuat Si brewok.

"Kakang, kita bawa ke mana mereka? Tak jauh dari sini ada gubuk kosong, kita bawa ke sana mereka. Totok dulu mereka"

Dua orang putri itu ditotok syarafnya sehingga tidak bisa bergerak. Lalu mereka dipanggul di pundak dan dibawa masuk lagi kedalam hutan. Gubuk itu tidak begitu luas, hanya mempunyai satu ruangan. Di dalamnya tidak ada tempat tidur, tapi ada beberapa tikar pandan. Putri Tribuana Tungga Dewi dan Putri Ayu Pualam ditidurkan di lantai dengan alas tikar pandan.

"Wahh.. mimpi apa aku semalam, pasti mereka masih perawan" kata seorang perampok sambil tangannya mulai membuka pakaian putri Tribuana.

Putri Tribuana hanya bisa menangis. Seorang perampok lalu menarik pakaian bawah Putri Tribuana hingga lepas. Perampok itu melotot memandang paha Putri Tribuana Tungga Dewi yang putih mulus karena selalu dirawat setiap hari. Sementara 'Veggy'nya yang bersih ditumbuhi bulu-bulu yang tidak begitu lebat.

"Waduuhh.. sampek gemeteran tanganku nyentuh paha putri keraton yang putih mulus ini" tangan perampok itu tampak agak gemetar waktu mengelus dan meraba-raba paha putri Tribuana.

Lalu menciumi paha yang mulus itu dengan nafas agak memburu. Mulut dan pipi perampok itu seakan ingin juga merasakan kemulusan dan kehangatan paha Putri Tribuana. Sementara perampok yang satunya mulai membuka pakaian atasnya hingga terlepas semua. Putri Tribuana sudah telanjang bulat. Payudaranya yang sedang ranum-ranumnya itu kelihatan montok, dengan puting yang berwarna kemerah-merahan.

"Waduh.. duh.. duuhh.. Elok tenan payudara Putri Tribuana."

Tangan kasar perampok itu lalu meremas-remas payudara montok Putri Tribuana dengan gemas. Puting payudara itu kadang dipilin-pilin dengan jari-jarinya. Lalu dia mulai menjilati puting susu yang kemerah-merahan itu. Perampok itu mulai menyedot-nyedot payudara kanan yang ranum milik Putri Tribuana, sementara tangan kanannya meremas-remas payudara yang kiri.

"Mmmaahh.. cuupp.. cuup.. wah.. kenyal banget"

Putri Tribuana hanya bisa terisak ketika perampok yang satu mulai mengelus-elus 'Veggy'nya. 'Veggy' yang selama ini dia rawat setiap hari, sehingga 'Veggy' itu selalu bersih mempunyai bau harum yang khas. Perampok itu membuka paha Putri Tribuana lebar-lebar, sehingga belahan 'Veggy' yang kemerah-merahan itu kelihatan. Perampok itu mengelus-elus belahan 'Veggy' itu dengan jari-jari tangannya dari bawah ke atas hingga menemukan kelentit sang putri. Setelah beberapa saat mempermainkan kelentitnya, lalu perampok itu mulai menjilati dan menciumi kelentit dan 'Veggy' Putri Tribuana.

"Aumm.. cuupp.. waahh harum sekali 'Veggy' Paduka."

Cukup lama perampok itu menjilati 'Veggy' dan kelentit sang putri. Sementara Putri Tribuana tanpa sadar merintih dalam tangisnya. Perampok itu tampak makin terangsang dan bersemangat melihat Putri Tribuana merintih. Lidahnya menjelajahi permukaan 'Veggy' yang kemerah- merahan. Lidah itu lalu menelusuri belahan 'Veggy' Putri Tribuana. Belahan 'Veggy' yang sudah mulai basah itu dijilat dan dikecup.

"Ahh.. cuupp.. cuupp.." Putri Tribuana tampak menggeliat dan menggeleng-gelengkan kepalanya ketika lidah perampok itu menjilati klitorisnya.

Daging kecil sebesar kacang itu semakin membesar ketika perampok itu mengecup dan menyedot-nyedot dengan bibirnya. Sementara 'Veggy'nya semakin basah oleh cairan yang keluar dari dalam.

Sementara itu, Putri Ayu Pualam juga bernasib sama dengan kakaknya. Seorang perampok tampak meremas-remas payudara Putri Ayu Pualam. Payudara Putri Ayu Pualam tidak begitu besar, tapi sudah mulai menonjol. Sementara puting susunya agak kecil berwarna merah muda. Perampok itu tampak nafsu sekali meremas susu setengah ranum itu. Kadang mulutnya menyedut-nyedot puting susunya, lalu tangan yang satunya memilin-milin puting susu satunya. Sementara si brewok mulai melepas pakaian bawah Putri Ayu Pualam. Hingga kini Putri Ayu Pualam telanjang bulat.

Putri Ayu Pualam yang baru berumur 15 tahun itu hanya bisa menangis. Tubuhnya yang putih mulus tanpa cacat itu di gerayangi dua orang perampok. 'Veggy' Putri Ayu Pualam tampak menggembung mulus tanpa ditumbuhi bulu sedikitpun. Si brewok tidak sabar lalu menjilati 'Veggy' mulus itu, 'Veggy' Putri Ayu Pualam dijelajahi seluruhnya oleh lidah si brewok, lalu si brewok mulai menghisap hisap 'Veggy' itu. Putri Ayu Pualam merintih perlahan, dia tak kuasa menahan gejolak dan rangsangan yang muncul. Si brewok lalu membuka lebar-lebar paha Putri Ayu Pualam. Mulutnya mengecup-ngecup 'Veggy' Putri Ayu Pualam yang tampak menggembung. Lalu klitoris yang kemerahan milik putri juga di jilati dan dihisap-hisap dengan semangatnya.

"Mmmaahh.. cuup.. cuupp.. edan tenan, bener-bener daun muda ini, putri keraton lagi."

Sementara dua orang perampok yang menggarap Putri Tribuana Tungga Dewi mulai melepas pakaian mereka hingga telanjang bulat. Penis mereka sudah berdiri tegang. Putri Tribuana tak bisa berbuat apa-apa ketika seorang perampok menciumi wajahnya. Pipinya dicium dan dikecup-kecup, lalu bibirnya yang merah merekah dilumat oleh bibir perampok itu.

"Mmmaahh keraton Singosari."

Sang putri tidak bisa melawan ketika tangannya dengan dipegangi perampok itu dibimbing meremas-remas 'Mr. Penny'nya.

"Ahh.. enak sekali paduka.. yahhk..hangat dan empuk tangan tuan putri." Perampok itu merem-melek keenakan 'Mr. Penny'nya diremas-remas tangan Putri Tribuana, sementara perampok itu tetap meremas-remas payudara indah putri Tribuana.

"Kang, aku perawani ya, Putri ini."

Perampok yang satunya tampak menggosok-gosokkan 'Mr. Penny'nya yang sudah tegang di belahan 'Veggy' Putri Tribuana. 'Mr. Penny' yang hitam tapi tidak begitu panjang itu (kira-kira12 cm) menyusuri belahan 'Veggy' yang sudah basah dari bawah ke atas berulang ulang.

"Iya cepetan, gantian aku nanti. Wah.. wah.. wah.., Pangeran sejagat harus ngantri untuk dapat bersalaman dengan Putri Tribuana, ehh.. kita ini perampok jalanan malah bisa menikmati tubuhnya sepuas-puasnya."
"Iya kang, beruntung bener 'Mr. Penny'ku bisa masuk ke 'Veggy' Putri Tribuana." katanya sambil mulai memasukkan 'Mr. Penny'nya ke lobang 'Veggy' Putri Tribuana.

'Mr. Penny' itu agak susah masuknya, sambil tangannya memegangi perut sang putri, perampok itu penekan kuat tapi perlahan. Putri Tribuana meringis ketika kepala 'Mr. Penny' perampok itu mulai masuk ke dalam lubang 'Veggy'nya. Putri Tribuana menjerit ketika perampok itu semakin menekan kedalam 'Mr. Penny'nya.

"Waduh.. alot kang, susah masuknya."
"Iya, namanya juga masih perawan, tekan aja terus."

'Mr. Penny' perampok itu sudah terbenam separoh di dalam 'Veggy' Putri Tribuana. Lalu perampok itu menarik sedikit 'Mr. Penny'nya, lalu dimasukkan lagi. Setelah berulang-ulang akhirnya 'Mr. Penny' itu terbenam semuanya. Perampok itu berhenti mengambil napas. Kemudian dia mulai mengocok 'Mr. Penny'nya keluar-masuk 'Veggy' perlahan-lahan. Agaknya dia ingin menikmati gesekan 'Mr. Penny'nya dengan dinding 'Veggy' Putri Tribuana Tungga Dewi.

"Ahh.. sshh..enak tenan 'Veggy' tuan putri, hangat, masih rapet lagi, ahh.. sshh..oouuhh "

Perampok itu perlahan-lahan mulai mempercepat gerakannya. 'Mr. Penny' yang hitam itu mulai bergerak cepat keluar masuk 'Veggy' Putri Tribuana yang putih kemerahan. 'Veggy' itu menjepit 'Mr. Penny' hitam itu dengan ketat.

"Ahh.. oouuhh.. sshh.." Perampok itu mendesis desis keenakan.

Sementara itu si brewok juga sudah telanjang. 'Mr. Penny'nya yang hitam tidak begitu besar tapi agak panjang. Si brewok tampak kesulitan memasukkan 'Mr. Penny'nya ke 'Veggy' Putri Ayu Pualam yang sudah kemerah-merahan itu akibat ciuman dan kecupan-kecupan si brewok. Setelah agak lama, akhirnya si brewok berhasil juga memasukkan 'Mr. Penny'nya sampai seperoh di 'Veggy' putri Ayu Pualam. 'Veggy' Putri Ayu Pualam tampak menjepit erat 'Mr. Penny' si brewok. Si brewok tampak diam merem-melek menikmati jepitan 'Veggy' putri Ayu Pualam. Putri Ayu Pualam menjerit keras ketika dengan buasnya si brewok menekan kuat-kuat 'Mr. Penny'nya. Si brewok lalu dengan buasnya mengocok 'Mr. Penny'nya keluar masuk.

"Ahh..oohh.. mmhh.." mulut si brewok mendesis-desis keenakan.

Sementara perampok yang menyetubuhi Putri Tribuana semakin cepat gerakannya.

"Ahh.. oohh.. oohh.. ahh.. ahh.." 'Mr. Penny'nya keluar masuk dengan cepat.

Agaknya dia akan orgasme. Putri Tribuana merintih, kepedihannya ia merasakan sensasi luar biasa. Sensasi yang selama ini belum pernah ia rasakan. Tubuhnya mengejang, tangannya yang menggenggam dan mengocok 'Mr. Penny' perampok yang satunya tampak meremas kuat dan kocokannya semakin cepat. Sementara perampok yang di kocok 'Mr. Penny'nya itu tampak merem melek keenakan.

"Ahh.. ss.. terus tuan putri.. ahh yaa.. begituu.. ohh.."

Sementara tangannya tak berhenti meremas-remas buah dada Putri Tribuana. Sementara Gerakan perampok satunya semakin cepat, tubuhnya mengejang, matanya mendelik ketika 'Mr. Penny'nya menyemburkan sperma ke dalam rahim Putri Tribuana Tungga Dewi.

"Ahh.. aahh.. ohh.." Agak lama 'Mr. Penny'nya masih terbenam di 'Veggy' sang putri.
"Dah, ayo ganti aku! Aku juga pingin ngerasain nikmatnya 'Veggy' Putri Tribuana Tungga Dewi. Cepet minggir!"

Perampok satunya tampak tidak sabar. Perampok itu akhirnya mencabut 'Mr. Penny'nya, lalu menyingkir duduk dipojok ruangan. Perampok satunya lalu mulai memasukkan 'Mr. Penny'nya yang hitam besar ke 'Veggy' Putri Tribuana. "Bleess.., 'Mr. Penny' itu amblas seluruhnya ke dalam 'Veggy' dengan mudah, karena 'Veggy' putri Tribuana sudah sangat licin oleh sperma temannya.

"Ahh.. ahh.. ohh.."

perampok itu langsung tancap gas.'Mr. Penny'nya keluar masuk dengan cepat. Sementara tangannya meremas-remas payudara tuan putri. "Ohh.. sshh.. ahh.." Ketika mendekati klimak, perampok itu mendekap erat tubuh Putri Tribuana, bibirnya mengecup erat bibir sang putri. 'Mr. Penny'nya mengejang dan berhenti bergerak di dalam 'Veggy' Sang Putri. Sambil menekan kuat-kuat 'Mr. Penny'nya ke 'Veggy' Putri Tribuana, perampok itu mencapai klimak dengan menyemburkan banyak sekali sperma ke dalam 'Veggy' Putri Tribuana.

Sementara itu si brewok tampak membalikkan tubuh Putri Ayu Pualam sehingga nungging. Lalu dari belakang kemudian si brewok menusukkan 'Mr. Penny'nya ke 'Veggy' sang putri. Dengan posisi itu si brewok makin leluasa mengocok 'Mr. Penny'nya. Serangannya semakin hebat.

"Ahh.. ahh.. sshh.. ahh.." si brewok merintih rintih keenakan.
"Ahh.. cah ayuu.. sshh.. putri ayuu.. uuhh.. enak sekali. 'Veggy'mu.. ahh..ohh.."

Si brewok menyemburkan mani banyak sekali ke dalam 'Veggy' Putri Ayu Pualam sambil tangannya meremas payudara sang putri.

"Ahh..aahh.."

*****

Malam itu Putri Tribuana Tungga Dewi dan Putri Ayu Pualam digilir secara bergantian oleh keempat perampok itu. Si brewok sampai 3 kali menyetubuhi Putri Ayu Pualam dan 2 kali menyetubuhi Putri Tribuana Tunggadewi.

Tamat


Joe Edan - Kerajaan ghaib laut selatan

0 comments

Temukan kami di Facebook
Tak terasa waktu 10 tahun berlalu dengan singkat. Malam yang sunyi sepi di tepi pantai laut selatan yang saat itu begitu hening dan tenang. Terlihat setitik cahaya api dari kejauhan di salah satu sudut kawasan pantai dari sebuah pulau yang hampir-hampir tidak pernah didatangi oleh manusia karena memang tidak dapat dilihat dengan mata biasa karena terdapat suatu lapisan pelindung dari kekuatan gaib yang sangat tinggi yang melapisi keberadaan pulau itu.

"Suatu kejadian baik, buruk, kebahagiaan, kesengsaraan, keberuntungan, kesialan, dan lain sebagainya adalah merupakan hal yang selalu dan harus diterima oleh setiap makhluk yang hidup di dunia fana ini yang merupakan perjalanan panjang dari sisi hidup dan kehidupan. Hal yang indah bisa menjadi malapetaka yang pada akhirnya dapat membuat seorang insan menemukan jati diri dan alur kehidupannya. Ilmu, harta, kuasa dan wanita hanyalah sebagai nikmat yang dianugerahkan dari yang Maha Kuasa kepada manusia yang bisa mendatangkan berbagai cobaan kepada manusia itu sendiri. Itu adalah 4 hal wajib yang harus diingat olehmu," terdengar panjang lebar penuh makna suara berat nan berwibawa dari makhluk berjubah merah kepada seorang pemuda berambut gondrong berpakai warna derah muda dan berikat kepala yang serasi dengan warna pakaian yang dikenakannya, berusia 20 tahunan berwajah sangat tampan tetapi asing, bertubuh tegap dan kekar sebagai tanda hasil tempaan keras dengan tinggi 180 cm dan kulit bule agak kecoklatan terkena sinar matahari pantai namun menambah keperkasaan dan kejantanannya. (tentang asal-usul pemuda ini baca " Petaka Laut Selatan")

"Dengar suara hati kecil, menimbang dengan fikiran yang jernih dan bertindak sesuai keadaan adalah 3 cara untuk untuk menjaga diri dan keselamatan manusia dan jangan sekali-kali kau bertindak berdasarkan nafsu amarah atau dendam yang akan membakar dirimu sendiri. Menegakkan kebenaran dan keadilan adalah 2 tugas yang paling utama bagimu dalam mengamalkan ilmu yang telah kau dapat untuk kemashlatan umat banyak. Untuk selalu kau ingat dan kau jaga berbagai hal utama yang telah kusebutkan maka akan kutanam guratan 234 di atas kemaluanmu yang khasiatnya akan dirasakan sendiri olehmu sebagai pegangan hidupmu dalam mengarungi dunia luas yang penuh kekacauan dan kemunafikan dan mulai saat ini aku memberimu nama Joe Edan dengan gelar Pendekar Pasak Bumi 234. Untuk melengkapi ilmu yang telah kau dapat, dapatkanlah senjata maha sakti Tongkat Pasak Bumi yang konon bahannya terbuat dari logam yang jatuh dari langit berjuta-juta tahun yang lalu dan menimbulkan kejadian dan perubahan di muka bumi. Senjata itu tersimpan di sebuah Kerajaan Gaib Laut Selatan yang dipimpin oleh seorang Ratu yang dikenal dengan Ratu Laut Selatan yang bernama Nyi Roro Kidul".

"Dimanakah letak kerajaan itu Guru?"
"Kerajaan itu terletak di dasar laut selatan yang paling dalam juga kerajaan kasat mata sama halnya dengan pulau ini dan hanya manusia yang dikehendaki atau memiliki kunci untuk membuka jalan ke kerajaan tersebut"
"Jadi, bagaimana saya dapat mencapainya Guru, kalau memang keberadaannya seperti itu," dengan heran
"Ambillah seruling gading ini untuk membuka pintu laut selatan yang dijaga makhluk Jin yang sangat hebat ilmunya dan serahkan surat ini dan kalahkan ia sebagai syarat mutlak yang harus kau lakukan"
"Satu hal lagi yang harus kau ingat, senjata itu terlihat hanya salah satu ujungnya saja sedang ujung yang satu lagi tertanam hingga belahan dunia bagian utara"
"Hahh, lalu bagaimana saya bisa mencabutnya Guru?" tanya Joe terbengong-bengong dengan tampang bloon.
"Bila senjata itu memang berjodoh denganmu maka tidak akan sulit untuk mencabutnya namun kau harus memikirkan sendiri caranya"
"Hmm, murid akan berusaha melaksanakan dan menjalani semua amanat Guru, namun satu hal lagi yang akan kutanyakan pada Guru?"
"Apa itu muridku"
"Siapakah Guru ini sebenarnya?"
"He.. He.. He... pada saatnya tiba kaupun akan tahu siapa aku"
"Baik Guru, muridmu mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas segala ilmu dan bimbinganmu selama ini, selamat tinggal dan jaga dirmu baik-baik!".

Joe menjura dan mencium tangan dengan penuh hormat kepada Gurunya dan dalam hitungan kedipan mata ia menghilang dari hadapan gurunya!

"Selamat jalan muridku, jaga juga dirimu baik-baik, aku berharap keberadaanmu dapat menjaga kedamaian di dunia persilatan," setelah berkata seperti itu lalu iapun menghilang dari pandangan dan tempat itu kembali diselimuti sepi yang mencekam.

Laut selatan yang semula tenang, tiba-tiba bergelombang dahsyat dan angin berderu kencang saat di tengah laut terlihat sebuah rakit dengan seorang pemuda di atasnya tengah bermain suling dengan irama yang sangat merdu mendayu-dayu yang ternyata adalah seorang pendekar muda yang telah diketahui kita bernama Joe Edan yangsedang melaksanakan perintah gurunya untuk menemukan Kerajaan laut selatan. Hembusan angin dan riak gelombang semakin menggila seiring dengan kerasnya lengkingan seruling yang ditiup Joe.

Blaar..!! tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras pertanda terbukanya selimut gaib yang menyelimuti perairan laut selatan di kawasan itu. Anehnya setelah ledakan terjadi, alam menjadi tenang kembali bahkan terasa sangat sunyi bahkan tanpa riak air sedikitpun!

"Wahai manusia, lancang sekali kau membuka dan memasuki kawasan Kerajaan Laut Selatan, apa kau sudah bosan hidup?"

Terdengar suara tanpa wujud yang sangat menusuk telinga dan bahkan dapat membunuh manusia yang tidak memiliki kepandaian cukup tinggi.

"Hai, makhluk apapun kau adanya bicara yang sopan pakai peradatan dengan memperlihatkan dirimu, ngancam segala lagi, apa kau malu karena kau sangat jelek, he.. He.. He..!" balas Joe dengan gaya konyol, tanpa gentar sedikitpun.
"Manusia kurang ajar!" beraninya kau berlaku tolol di daerah kekuasaanku"

Wuuzz, tiba-tiba gulungan sinar biru menyambar ke arah Joe. Tak berlaku ayal, Joe merapal jurus pertahanan sekaligus menyerang balik, tapak kiri terlebih dulu mengeluarkan sinar putih dan tapak kiri menyusul mengeluarkan sinar merah muda. Daarr... sinar putih melabrak langsung sinar biru dan sinar merah muda terus menyambar ke arah sinar putih berasal. Joe, terjajar dua langkah kebelakang, tak urung pergelangan kirinya terasa pegal dan kesemutan.

"Akkhh..." terdengar jerit tertahan saat sinar merah muda sampai ke tempat serangan sinar biru itu berasal.
"Menerima bala, mencuri hati! apa hubunganmu dengan pemilik jurus itu!" kejut suara tanpa wujud mengenali jurus yang dikeluarkan oleh Joe.

Melihat lawan mengenali jurusnya, tak urung membuat Joe heran, ia menjawab asal dan balik bertanya, "Beli dong di mall (emangnya jaman itu udah ada mall) bagaimana kau bisa tahu jurusku, makhluk jelek! sambil garuk-garuk rambutnya yang tidak gatal dengan warna agak pirang kemerahan itu.

"Baik, aku akan menunjukkan wujudku tapi kau harus janji untuk jawab pertanyaanku dengan jujur," suara tanpa wujud itu sedikit melunak.
"Tak masalah, yang penting kau tidak menanyakan hal yang aneh-aneh padaku," sahut Joe denganb cengengesan bercanda.

Tiba-tiba di ujung rakit yang mengangkut Joe hadir sesosok gadis yang sangat cantik dengan bentuk wajah oval telur, bermata kecil namun bening dan jernih dan sedikit nakal, hidung mancung serasi, bibir merekah warna merah ranum dan tubuh yang indah dengan sepasang payudara yang seimbang dengan bentuk tubuhnya yang seksi yang dibalut dengan pakaian kemben tanpa lengan (pakaian adat jawa) berbahan beludru warna gelap yang kontras dengan kulitnya semakin memancarkan kecantikannya. Joe termangu melihat kehadiran gadis tersebut sambil cengar-cengir dan pandangan yang penuh selidik nan genit dari ujung rambut sampai ujung kaki.

"Hei, manusia asing! siapa dan punya kepentingan apa yang membuatmu berani mengantarkan nyawa ke Kerajaan Gaib Laut Selatan ini?" gadis itu dengan pandangan galak.
"Namaku Joe Edan dan maksud kedatanganku kesini untuk mengantarkan surat dari guruku kepada jin penjaga pintu gerbang pintu alam gaib Kerajaan Laut Selatan"
"Pantas! tingkahmu memang konyol dan edan seperti namamu, ketahuilah, aku Wulandari, jin yang kau cari itu! mana surat yang kau ingin berikan kepadaku?"
"Ah! aku tidak percaya bahwa kau adalah jin yang sedang kucari, mana ada jin secantik dirimu," Joe menjawab dengan penuh keraguan.
"Jangan-jangan kau hanya setan laut atau kuntianak yang nyasar ditengah laut selatan ini" tambah Joe.
"Kalau kau tidak percaya, ya sudah! Akan kututup kembali pintu Kerajaan gaib dan kau boleh kembali ke duniamu," ucap gadis itu seraya mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan mengeluarkan sinar putih berkilauan.
"Eh, tunggu dulu, aku percaya padamu, tapi bila kau menipuku aku tak segan menurunkan tangan kasar walau pada makhluk cantik sepertimu," ujar Joe khawatir gadis itu tidak berbohong sambil melempar gulungan surat yang diambil dari balik pakaiannya.

Surat itu melayang ringan ke arah gadis cantik itu dan tiba-tiba dalam jarak 1 langkah surat itu berhenti dan dalam posisi tertahan di udara surat itu terbuka di depan wajah gadis itu. Dengan cepat gadis itu membacanya. Setelah selesai, surat itu melipat dengan sendirinya lalu melayang kembali ke Joe Edan. Ditangkapnya kembali surat itu lalu dimasukkan ke dalam balik bajunya.

"Baik, aku sudah mengerti maksud kedatanganmu, namun sebelum kau kuantar ke Istana Laut selatan tentunya kau sudah tahu syarat yang harus kau penuhi, bila kau merasa tidak mampu kau boleh angkat kaki dari sini sekarang juga".
"Aku sudah siap menerima syaratmu, silahkan kau menyerang terlebih dahulu!" Joe berkata sambil menyiapkan kuda-kuda pertahanannya.
"Ha.. Ha.. Ha... apa yang mau kau lakukan? Kau pikir syaratnya adalah bertarung denganku?," gadis itu berkata sambil tertawa renyah dan agak genit.
Dengan rasa bingung, sambil Joe garuk rambutnya bertanya, "Lalu apa syaratnya?"
"Buka semua pakaianmu lalu bercinta denganku, bila kau sanggup membuatku mencapai puncak, maka kau lulus dan akan kuantarkan ke Istana Laut selatan," kata gadis itu.

Seusai berkata begitu Wulandari mendekati Joe sambil membuka ikatan belakang kembennya hingga bagian atas tubuhnya terlepas semua dan kini hanya kain dan selendang yang melingkari pinggang saja yang menutupi bagian bawah tubuhnya. Joe terbelalak melihat pemandangan yang sangat indah itu. Kedua payudara yang montok dan licin dengan puting yang merah muda kecoklatan terlihat sangat serasi dengan kulit dan ukuran tubuhnya. Joe hanya termangu saat jarak antara ia dan Wulandari hanya tinggal sejengkal saja.

"Apa kau tidak pernah bercinta dengan seorang wanita sebelumnya heh, kok, bengong saja, peganglah kedua payudaraku ini," desah lembut Wulandari dengan mengangkat kedua tangan Joe dan meletakkannya pada kedua payudaranya.
"Ti.. dak, aku belum per.. nah melakukan ini sebe.. lumnya," ucap Joe dengan terbata-bata.
"Baiklah, akan kuajari kau bagaimana bercinta tapi bila kau mencapai puncak terlebih dahulu maka kau berarti tidak dapat memenuhi persyaratan yang berlaku," senyum Wulandari percaya dan dengan hati yang sangat gembira karena akan mendapatkan keperjakaan seorang pendekar muda yang tampan perkasa.

Dibukanya ikatan baju Joe yang nafasnya sudah memburu dan hati yang tak karuan hingga tanpa disadari kejantanannya mulai tersembul dari balik celananya yang agak gombrong itu. Wulandari terkagum-kagum melihat tubuh Joe yang terlihat kekar dan perkasa dengan tonjolan otot-otot hasil tempaan Gurunya di pulau karang hantu. Diciumi dan dijilatinya permukaan dada Joe yang bidang dengan lembut dan penuh penghayatan.

Joe yang masih terdiam tegak mulai merasakan aliran darah yang panas yang merambat ke seluruh tubuh dan menggetarkan urat-urat syaraf hingga Joe tak tahan untuk menunduk dan mulai mencium rambut Wulandari. Lidah Joe kemudian merambat kesela-sela telinga yang membuat Wulandari menggelinjang antara geli dan nikmat. Tak kalah panas Wulandari menarik wajah Joe dan kemudian mencium bibir Joe dengan lumatan-lumatan yang menggairahkan. Kedua bibir bertaut erat dan lidah mereka saling menghisap dan memilin dengan kuat. Payudara Wulandari semakin mengeras saat kedua tangan Joe meremas-remas dan memainkan putingnya.

Dengus panas nafas Joe merambat turun menelusuri dagu, leher dan kemudian berlabuh di lembah sepasang payudara Wulandari. Bermain sebentar di lembah bukit yang hangat itu sebentar, lidah dan bibir Joe dengan perlahan mendaki bukit sebelah kanan dan kiri bergantian. Dengan gemas dijilatinya puting yang sudah keras dan meruncing, dikulum dan dihisapnya kuat-kuat dengan sesekali digigit-gigit kecil yang membuat mata Wulandari meredup dan mendesah-desah dalam buaian nafsu dan nikmat. Sementara itu tangan Wulandari mulai mengelus dan mengusap bagian luar selangkangan Joe kemudian tangan itu mulai menyelusup masuk.

"Wow, luar biasa sekali kejantanan pemuda ini," batin Wulandari terkejut bukan kepalang saat tangannya menggenggam penis Joe yang sebenarnya belum ereksi penuh. Dengan tidak sabar dilepaskan ikatan celana Joe.

Srrtt... celana Joe meluncur turun dengan sendirinya ketika ikatan tali celananya dilepas dan terbentanglah pemandangan yang menakjubkan Wulandari dengan mata kepala sendiri begitu perkasanya penis Joe yang menjulang tegar dan perkasa dengan panjang kira-kira 25 cm dan diameter 10 cm dengan tingkat ketegangan yang sangat tinggi. Penis Joe diremas lembut, dikocok-kocok, kemudian ia berlutut mulai menyapu kepala penis dengan lidahnya.

Dengan pelan ia memasukkan penis itu kedalam mulut mungilnya. Ukuran penis yang besar itu membuat mulut mungil Wulandari tidak dapat menampung setengahnya, ia malah tersedak saat mencoba memaksakan penis itu masuk lebih dalam lagi. Sadar akan keterbatasannya, Wulandari akhirnya hanya mengulum dan menghisap semampunya. Kepala Wulandari terlihat sibuk maju mundur dengan giat dan lincah berharap agar pendekar yang masih 'hijau' itu mencapai klimaksnya.

Sekian lamanya Wulandari mengoral hingga mulutnya terasa pegal dan linu namun pendekar muda itu belum ada tanda-tanda akan klimaks, hanya erangan dan desahan keenakan yang meluncur pelan dari mulutnya. Dengan sedikit kesal dilepaskannya penis Joe dari mulutnya. Hati Wulandari terkesiap kaget saat pandangan matanya tertumbuk pada guratan angka 234 yang terukir di persis di atas rambut kemaluan dan dibawah pusar. Batinnya langsung resah dan ragu karena ia memang mengetahui makna dan kekuatan yang tersembunyi pada guratan angka tersebut dan ternyata hal itu merupakan pantangan yang yang tidak boleh dilanggar oleh seluruh anggota Kerajaan Laut Selatan.

Wulandari segera menarik tubuhnya menjauh dari Joe dan cepat mengenakan pakaiannya kembali. Melihat hal tersebut Pendekar Pasak Bumi 234 heran dan merasa sedikit dongkol karena sudah telanjur spanning.

"Hai, kenapa berhenti? Kita belum tuntas melaksanakan syarat itu?" tanya Joe kesal.
"Tidak perlu! Kau kunyatakan lulus syarat itu dan aku bersedia mengantarkan kau ke Istana Laut Selatan, kenakan pakaianmu dan telan ini!" seru Wulandari dengan rasa sesal di dalam hati, ia melemparkan sebutir obat sebesar ukuran kotoran kambing pada Joe.
"Tapi..".
"Sudah jangan banyak tanya! Cepat telan dan ikuti aku, jangan salahkan aku bila kau tertinggal dan tersesat di alam ini".

Byuurr.. Wulandari dengan cepat melompat ke dalam laut. Tak mau tertinggal Joe segera menelan obat itu yang nantinya ia akan mengerti khasiat dari obat itu.

Byuurr.. Joe melesat ke dalam air menyusul Wulandari dan hilang dari pandangan. Pintu gaib Kerajaan Laut Selatan menutup kembali dengan sendirinya ditandai lenyapnya rakit yang ditumpangi oleh Joe.


Tamat


 

Rumah Seks Indonesia. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Church by Brian Gardner Converted into Blogger by Bloganol dot com Modified by Axl Torvald