Terobsesi

0 comments

Temukan kami di Facebook
Aku adalah pria keturunan Chinese berumur 28 tahun, sudah menikah dengan gadis pribumi dan sudah dikaruniai 2 orang anak, 173 Cm, 75 Kg, Meskipun sepintas lalu kehidupanku terkesan bahagia, namun tak bisa dipungkiri ada kejenuhan melanda sisi kehidupanku terutama dalam hal seks. Istriku yang sudah malas mengurus wajah dan tubuhnya semakin mendorong aku mencari wanita idaman lain.

Dan sejak menikah aku telah mengalami 2 kali berhubungan dengan wanita lain, yang pertama sekarang sudah menikah sedangkan yang kedua sekarang sudah mau menikah, dari kedua wanita yang aku seriusi tersebut, semuanya termasuk dalam kategori wajah dan body yang biasa, hubungan aku dengan mereka lebih banyak disebabkan oleh rasa kejenuhan yang aku alami dalam hidup.

Kini disaat WIL-ku akan menikah, aku kembali seperti terperosok dalam lorong kesepian yang sangat menakutkan, sering aku mencoba menghibur diri dengan membaca majalah-majalah yang banyak menampilkan foto-foto sexy seorang wanita, namun akibatnya fatal buat otakku, Aku jadi terobsesi sekali ingin mempunyai WIL seperti yang sering aku lihat dalam majalah ataupun tabloid, dengan Body yang sangat bagus, Buah dada dan pantat yang montok, pinggul yang ramping, wajah yang cantik, dan kulit yang sangat mulus, putih tanpa cacat sedikitpun, aku jadi mengkhayal andai aku dapat cewek seperti itu akan kupelihara hubungan kami baik-baik, sehingga aku dapat menciumi seluruh tubuhnya dari rambut sampai ujung kaki setiap hari, akan kunikmati kehangatan vaginanya setiap saat.

Sejak itu Aku berusaha mencari wanita yang ada dalam obsesiku, namun hampir semua mereka yang mempunyai wajah dan body yang cantik terkesan sombong, Mereka hanya mau dengan kalangan the have, mereka hanya mau jika diberi mobil atau apartemen, Ya.. mungkin mereka memanfaatkan kelebihan mereka untuk menikmati kenikmatan duniawi dalam segi materi, aku tidak bisa menyalahkan mereka, mungkin kalau aku jadi merekapun akan seperti itu, atau bisa juga berdasarkan pengalaman mereka selama ini pria hanya mau tubuhnya saja dan setelah itu hilang tanpa jejak Padahal aku tidak berniat begitu, dengan WIL pertamaku saja aku berhubungan 8 tahun dengan suka duka kami alami bersama, juga dengan WIL kedua yang sebentar lagi akan menikah dan mungkin akan mengakhiri hubungan ini, juga sudah berjalan 4 tahun.

Tapi aku sadar terlalu muluk rasanya mendapatkan pengganti dari WIL-ku dengan wanita yang dalam obsesiku, Akhirnya tak kuat menahan obsesiku sendiri, aku mencoba membeli mereka, inilah pengalaman pertama dalam hidupku membeli seseorang wanita hanya untuk waktu 1 jam. Berdasarkan iklan di harian ibukota, Aku mencoba mencari wanita dalam obsesiku, Aku benar-benar berhati-hati agar tidak terjebak membeli durian yang busuk, dan pencariankupun menemui hasil yang bagus. Namun ternyata harganya juga sangat bagus Rp 700.000 utk short time alias 1 jam Karena sudah obsesi aku tidak pikir panjang lagi, Langsung aku bayar kontan.

Karena dibatasi waktu, Tidak banyak basa-basi lagi, aku langsung melucuti seluruh pakaiannya hingga tidak sehelai benangpun yang menempel ditubuhnya, Luar biasa Sungguh indah sekali tubuhnya, tidak sia-sia aku membayarnya mahal, aku sempat terpaku beberapa saat menyaksikan kemulusan tubuhnya, buah dadanya yang besar dan menantang, padat dan tidak kendor, juga pinggang yang ramping dengan pinggul dan pantat yang bulat. Aku langsung melumat bibirnya yang sensual, dia membalasnya buas, sambil berciuman jari-jariku menikmati kehalusan dan kelembutan kulitnya, Meremas pantatnya lembut, Jari-jarinya yang trampil langsung melolosi pakaianku hingga akupun bugil, Kini dalam keadaan sama-sama bugil kami kembali berpelukan, Buah dadanya yang besar menempel ketat didadaku, belum lagi sentuhan kulit halusnya dikulitku terasa membakar gairahku, senjataku langsung meregang kaku menyentuh kulit perutnya.

Aku rebahkan tubuhnya dikasur, dan aku mulai mencium dan menjilati seluruh tubuhnya, mulai dari rambutnya yang harum, matanya yang jernih, lehernya yang jenjang, Dan turun terus menikmati pangkal buah dadanya yang empuk, Sementara dia mulai mengerang nikmat mendapatkan cumbuanku, ciumanku terus berputar di buah dadanya tanpa menyentuh putingnya, Hingga membuat dia gemas, Kepalaku langsung dipegang agar mulutku yang hangat segera melahap puting buah dadanya, Dan erangannya semakin keras saat lidahku menari-nari melingkari puting buah dadanya, kadang aku lumat pelan, sesekali aku gigit lembut, Dia semakin menekan wajahku hingga terbenam dalam buah dadanya yang besar dan padat. Sementara jari-jarinya yang lentik membalas cumbuanku dengan mengusap-usap dada dan kemaluanku membuat aliran darahku semakin deras.

Namun aku tak mau langsung tembak, aku benar-benar ingin memenuhi segala obsesiku, Ciumanku terus merambat ke perut, vaginanya yang sudah adak basah aku lewati dulu, Lidahku menari di kedua pahanya yang gempal, lutut dan terus sampai ke ujung jari-jarinya yang terawat, Naik kembali ke paha, barulah aku menikmati vaginanya yang lebat dengan lidahku, sementara lidahku menjilati klitorisnya jari-jariku mengusap kedua buah dadanya, putingnya aku pilin terus hingga mencuat keras, dan saat lidahku menerobos celah lembabnya aku merasakan bau khas vagina menyeruak hidungku, Kulihat klitorisnya mulai mengembang pertanda dia sudah sangat bernafsu apalagi rintihan dan erangannya terasa sekali membuat suasana bertambah panas dan bergairah, Lama lidahku bermain divaginanya, hingga otot lidahku terasa lelah, barulah aku kembali ke atas melewati perutnya dan mengemut kembali buah dadanya bergantian, wanita cantik ini semakin cantik dalam wajah yang memerah menahan gairahnya.

Dan tiba tiba saja dia langsung mendorong tubuhku hingga aku terlentang di tempat tidur yang empuk, Dengan buasnya ia melumat bibirku, lidah kami saling bertaut dan saling mendorong.. Ciumannya merambat terus ke bawah, lidahnya yang basah dan hangat menjalari leher dan dadaku, dan dengan nakalnya dia menjilati puting dadaku, hingga aku merasakan getar-getar kenikmatan yang semakin membuat senjataku semakin membesar dan kaku. Aku hanya bisa meremas apapun yang bisa aku remas, kadang buah dadanya, kadang pantatnya, kadang pinggulnya, dan remasanku semakin kuat saat senjataku merasakan kehangatan mulutnya, meskipun tidak seluruhnya masuk kedalam mulutnya yang mungil, namun efek yang ditimbulkan sangat luar biasa, tanpa sadar akupun mengerang dalam nikmat yang tiada tara.

Apalagi dengan satu sentakan cepat, wanita cantik ini tiba-tiba saja sudah berjongkok diatas perutku dan membimbing senjataku memasuki celahnya yang hangat, ketika dirasa sudah pas, dia menurunkan pinggulnya sedikit demi sedikit seiring dengan terbenamnya senjataku ke dalam lorongnya yang sempit. Dia diam sejenak mungkin menyesuaikan diri dengan senjataku tapi sebentar saja pinggulnya sudah naik turun dan kadang berputar diatas tubuhku, Kenikmatan yang aku terima sungguh sangat dasyat, Aku balas meremas buah dada dan pinggulnya, putingnya aku pilin dengan jari-jariku, Hawa dari penyejuk ruangan tak mampu lagi menahan keringat yang keluar dari tubuh telanjang kami, Semakin lama gerakan pantatnya semakin cepat dan tak beraturan.. dan tak lama disertai dengan erangan panjang, tubuh wanita cantik itu meregang kaku, matanya mendelik dan giginya menancap kuat di dadaku melepas orgasmenya.

Suasana hening sejenak, tubuhnya yang seksi langsung menggelimpang disebelahku, aku yang sedang tanggung jadi bingung, Kepingin nerusin takut dia ngilu, Namun begitu aku ingat waktu dan sudah bayar, akupun melupakan itu, Tubuhnya yang tergolek pasrah aku cumbu kembali dan aku langsung menancapkan kembali senjataku ke dalam vaginanya yang sudah banjir, aku mencoba berjuang meraih kenikmatan, Keringat mulai membasahi tubuhku, perlahan tubuhnya yang tadi diam mulai bergerak seirama kocokan senjataku dalam vaginanya..

Tanpa melepas senjataku, aku balik tubuhnya hingga menungging, dan dengan gaya doggy aku kembali mengocok senjataku dalam vaginanya, Sentuhan pantatnya yang besar dan padat di pangkal senjataku saat aku masukkan senjataku menambah sensasi tersendiri, Gerakan kami semakin liar dan tak terkendali.. seluruh tubuhku seperti terbakar panasnya birahi, Sementara goyangan pinggul wanita cantik ini pun semakin liar mengaduk batang senjataku, Dan rasanya aku tidak kuat lagi menahan spermaku, Aku remas kuat pinggulnya aku berteriakmelepas orgasmeku, diapun berteriak keras, aku sentakan seluruh senjataku ke dalam vaginanya sehingga terasa menyentuh mulut rahimnya dan berbarengan dengan kedutan nikmat di senjataku, Nafasku terasa berhenti beberapa detik menikmati puncak surgawi, Apalagi akupun merasakan juga semburan hangat dari rahimnya.. Luar biasa, sungguh teramat nikmat..

Aku rebahan sejenak mengatur jalan pernafasanku, namun wanita cantik itu langsung membersihkan diri di toilet, memakai bajunya dan langsung pergi meninggalkan aku begitu saja.. Aku hanya bisa bengong menyaksikan pantatnya yang melenggok meninggalkan aku, Beginikah sikap seorang wanita? Tidak bisakah santai sejenak mengobrol sambil mendekatkan hati?
Yah.. Aku baru sadar secantik dan sebagus apapun dia akan tetap menganggapku sebagai pembeli, tanpa perasaan, hanya uang semata, berbeda sekali dengan WIL-ku yang selalu berpelukan mesra setelah selesai menggapai nikmat, membicarakan hal-hal lain dalam hidup, semenyesalnya aku nasi sudah menjadi bubur, Ternyata senikmat-nikmatnya persetubuhan jauh lebih nikmat jika kita membawa sedikit perasaan, seperti yang aku alami dengan WIL-ku.

Kapankah aku dapatkan WIL dengan Wajah dan body seperti yang aku harapkan? Akankah mereka mau berbagi rasa dgnku? Sedangkan wajah dan materi yang aku punya hanya biasa-biasa saja. Meskipun obsesiku hanya angan-angan dari sekian ribu pembaca Rumah Seks, Namun aku yakin suatu saat aku akan mendapatkan WIL yang jujur dengan wajah yang cantik dan body yang seksi.. Namun aku tidak mau seorang perawan, Aku ingin Gadis, janda atau yang sudah punya pasangan.

Adakah Pembaca yang berminat menjalin rasa denganku?

E N D


Komentar

0 Komentar untuk "Terobsesi"

Poskan Komentar

Boleh pasang iklan, link atau website, tapi dilarang menampilkan Nomer HP, Pin BB serta Email.

 

Rumah Seks Indonesia. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Church by Brian Gardner Converted into Blogger by Bloganol dot com Modified by Axl Torvald